Satu Mobil Ditarik Rp 40 Ribu

Parkir Liar di Museum KA Ambarawa

241

UNGARAN – Retribusi parkir yang dilakukan oleh oknum tertentu di area luar Museum Kereta Api Ambarawa merusak citra tempat pariwisata di Kabupaten Semarang. Banyak muncul keluhan dari pengunjung yang tidak nyaman dengan penarikan parkir yang nilainya terlalu mahal.

Salah seorang wisatawan dari Kota Semarang Dede mengatakan, ia ditarik parkir sebesar Rp 40 ribu untuk 1 mobil. “Mintanya juga sambil bentak-bentak, padahal kita mau masuk area museum yang di areanya tersebut parkirnya hanya Rp 2 ribu. Ini bisa merusak citra wisata di Kabupaten Semarang,” kata Dede, Minggu (17/4).

Ia terpaksa harus parkir di luar area museum dikarenakan area parkir dalam sudah penuh sesak. Ternyata tarif parkir di luar museum tidak wajar jika dibandingkan dengan di dalam museum.

Saat itu, Dede ke museum KA bersama rombongan 3 mobil dan 1 bus mini. Setiap mobil ditarik parkir Rp 40 ribu dan bus mini Rp 60 ribu. Petugas yang menarik retribusi mengaku dari karang taruna setempat.

“Karcis juga ilegal karena tidak dilengkapi stempel maupun keterangan parkir apa, ini jelas sangat merugikan wisatawan,” katanya. Merasa tidak wajar, ia pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak keamanan museum. Pihak keamanan museum selanjutnya meminta agar Dede menemui langsung kepala stasiun. “Saat itu kepala museum hendak ditemui namun tidak ada di tempat,” katanya.

Ketika dikonfirmasi Radar Semarang, Manager Museum Kereta Api Ambarawa Sapto Hartoyo mengaku tidak mengetahui hal tersebut karena di luar kewenangannya. “Itu memang tidak masuk ke ranah kita karena kita sudah menyediakan tempat parkir di dalam,” kata Sapto.

Dikatakannya, adanya retribusi parkir di luar area museum tersebut merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Semarang. “Untuk penertiban atau pembinaan itu tanggungjawabnya Dishub,” ujarnya. Melihat hal itu, pihaknya ke depan akan berkolaborasi dengan Pemkab untuk memberikan pembinaan terhadap adanya parkir liar di area museum. (ewb/ton)