TERJARING: Anak punk yang dinilai meresahkan masyarakat dirazia oleh Satpol PP Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJARING: Anak punk yang dinilai meresahkan masyarakat dirazia oleh Satpol PP Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJARING: Anak punk yang dinilai meresahkan masyarakat dirazia oleh Satpol PP Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERJARING: Anak punk yang dinilai meresahkan masyarakat dirazia oleh Satpol PP Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Satpol PP Kendal menggelar razia rutin ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (tribum tranmas). Dalam razia tersebut, 33 anak punk yang diduga kerap membuat ulah dengan membuat keonaran diamankan.

Kepala Satpol PP Kendal Toni Ariwibowo mengatakan, 33 anak tersebut terjaring saat bergerombol di lorong belakang gedung olah raga (GOR) Bahurekso. Saat dilakukan razia, mereka sedang asyik berpesta minuman keras (miras) dan oplosan.

Puluhan anak punk tersebut terdiri dari tiga kelompok, yakni kelompok Kaliwungu, Weleri dan Rowosari. “Anak-anak punk dan anak jalanan ini, tiap kali ada pertunjukan musik di GOR Bahurekso kerap membuat kerusuhan karena efek dari minuman keras. Jadi sebelum masuk GOR untuk melihat pertunjukan musik, mereka menenggak miras oplosan,” ujarnya, Minggu (17/4).

Anak punk yang berhasil diamankan kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Kendal untuk dibina. Petugas juga meminta keterangan seputar aktivitas anak-anak punk tersebut di jalanan.