Rifki menjelaskan, tahapan yang berlangsung di partainya masih panjang. Saat ini saja tim survei baru menjajaki suara dari masyarakat. “Setelah survei, nanti bisa diputuskan di rakerda atau langsung penjaringan dari DPP,” katanya.

Gerakan Jogja Independent (Joint) sendiri akhirnya memutuskan pasangan Garin Nugroho-Rommy Heryanto sebagai bacawali. “Setelah mempertimbangkan hasil penilaian kuantitatif dan kualitatif dari panelis dan perwakilan warga yang hadir saat konvensi, maka diputuskan bahwa Garin Nugroho memiliki nilai yang tinggi, sehingga ditetapkan sebagai bakal calon wali kota dari Jogja Independent,” ujar Ketua Tim Panelis Konvensi Joint Busyro Muqodas, usai konvensi di Jogja Expo Center (JEC), kemarin (17/4).

Nama terpilih, Garin kemudian memilih satu dari tiga nama peserta konvensi yang tersisa untuk menjadi pasangannya. Garin kemudian memilih Rommy yang memiliki latar belakang sebagai pendamping usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Berdasarkan penilaian tim panelis yang terdiri sembilan orang, diketahui empat peserta konvensi memiliki nilai yang hampir seragam. Namun sutradara dan budayawan Garin Nugroho dinilai lebih unggul. Dari hasil survei terhadap organisasi massa dan perwakilan warga yang mengikuti konvensi, diketahui lebih dari 50 persen warga memilih Garin.

Kedua kandidat yang ditetapkan sebagai pasangan bakal calon kepala daerah itu kemudian menandatangani platform kepemimpinan Joint. Itu akan digunakan sebagai acuan jika keduanya terpilih sebagai pasangan wali kota-wawali Jogja.

Garin menyatakan siap bersaing di Pilwali Jogja. Ia pun akan menawarkan berbagai program kerja untuk membangun Kota Jogja. “Jogja memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini perlu dikembangkan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai Jogja sebagai kota yang inspiratif bagi Indonesia, bahkan untuk dunia,” katanya. (eri/riz/laz/JPG/ton)