PEMENANG KONVENSI: Garin Nugroho dan Rommy Heryanto yang akan maju sebagai calon wali kota Jogja dari jalur perseorangan. (Abraham Genta Buwana/Radar Jogja)
PEMENANG KONVENSI: Garin Nugroho dan Rommy Heryanto yang akan maju sebagai calon wali kota Jogja dari jalur perseorangan. (Abraham Genta Buwana/Radar Jogja)
PEMENANG KONVENSI: Garin Nugroho dan Rommy Heryanto yang akan maju sebagai calon wali kota Jogja dari jalur perseorangan. (Abraham Genta Buwana/Radar Jogja)
PEMENANG KONVENSI: Garin Nugroho dan Rommy Heryanto yang akan maju sebagai calon wali kota Jogja dari jalur perseorangan. (Abraham Genta Buwana/Radar Jogja)

JOGJA – Kandidat bakal calon wali kota (bacawali) di Pilwali Jogja 2017 kian jelas. Dari jalur independen, Garin Nugroho bakal berpasangan dengan Rommy Heryanto yang juga peserta konvensi Jogja Independent (Joint).

Sementara dua parpol terbesar di Kota Jogja, PDI Perjuangan dan PAN, kian mesra. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Foki Ardiyanto mengatakan, pihaknya tertarik untuk mengusung Imam Priyono dan Heroe Poerwadi.

Saat ini, partai peraih 15 kursi di DPRD Kota Jogja ini, memang fokus untuk mencari pasangan dari Imam Priyono. “Ada banyak nama. Heroe Poerwadi juga masuk radar kami. Bersama kandidat lain seperti Arif Noor Hartanto yang dari PAN,” tandas Foki, akhir pekan lalu.

Tapi dari kedua kandidat dari PAN itu, lanjut Foki, pihaknya memang lebih tertarik untuk menggandeng Heroe Poerwadi. “I u belum final. Kami juga terus berkomunikasi dengan kandidat lain,” jelasnya.

Dari DPD PAN Kota Jogja mengalami kesulitan untuk berkomunikasi lebih intensif. Ini karena tahapan untuk memunculkan kandidat masih berjalan. “Setelah ada keputusan dari DPP, baru bisa berbicara koalisi,” jelas Sekretaris PAN Kota Jogja Rifki Listianto.