ada 12 Rumah Rusak Terdampak Tanah Retak

294
SWADAYA: Anggota BPBD, FPRB dan TNI serta Polri membongkar rumah warga yang rusak akibat pergeseran tanah kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)
SWADAYA: Anggota BPBD, FPRB dan TNI serta Polri membongkar rumah warga yang rusak akibat pergeseran tanah kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)
SWADAYA: Anggota BPBD, FPRB dan TNI serta Polri membongkar rumah warga yang rusak akibat pergeseran tanah kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)
SWADAYA: Anggota BPBD, FPRB dan TNI serta Polri membongkar rumah warga yang rusak akibat pergeseran tanah kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)

WONOGIRI – Pergeseran tanah di Dusun Bendo, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro menyebabkan 12 rumah warga rusak. Secara bertahap, rumah rusak dibongkar dan dipindah ke tempat lebih aman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, retakan tanah terjadi di koordinat S 07°48’47,7″ E 111°17’29,6″ elv. 400 mdpl. Retakan tanah tersebut menyebar di sejumlah titik. “Interval retakan bervariatif. Sekitar 0,5 – 15 sentimeter,” terang Bambang, Minggu (17/4).

Sedangkan belasan rumah yang rusak terdapat di Dusun Bendo RT 02 RW 5. “Dampak dari pergeseran tanah mengakibatkan bangunan rumah warga ikut retak,” tambah dia.

“Hari ini (kemarin, Red) warga membongkar tiga unit rumah terdampak pergeseran tanah secara swadaya. Dibantu personel BPBD, relawan FPRB, TNI dan Polri,” terang Bambang.

Untuk solusi sementara mengatasi dampak pergerakan tanah, lanjut dia, BPBD menimbun rekahan dan hari ini berkoordinasi dengan Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPESDM) Wonogiri guna melakukan kajian teknis ke lokasi kejadian. (kwl/wa/JPG/ton)