SETOP KEKERASAN: Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait saat memaparkan kondisi kekerasan pada anak dalam seminar di Ruang Sidang II Pemkot Salatiga akhir pakan lalu. (IST)
SETOP KEKERASAN: Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait saat memaparkan kondisi kekerasan pada anak dalam seminar di Ruang Sidang II Pemkot Salatiga akhir pakan lalu. (IST)
SETOP KEKERASAN: Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait saat memaparkan kondisi kekerasan pada anak dalam seminar di Ruang Sidang II Pemkot Salatiga akhir pakan lalu. (IST)
SETOP KEKERASAN: Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait saat memaparkan kondisi kekerasan pada anak dalam seminar di Ruang Sidang II Pemkot Salatiga akhir pakan lalu. (IST)

SALATIGA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait menyatakan bahwa kasus kekerasan anak sudah sangat memprihatinkan. Semua elemen masyarakat harus bersama memerangi agar kasus tidak terulang.

“Kasus kekerasan seksual terhadap anak sangat mengkhawatirkan. Saat ini di Indonesia sudah ada 58 persen dari total kasus kekerasan anak yang angkanya sudah di atas 20 ribu kasus,” tandas Arist saat menjadi narasumber dalam seminar bertema utama ‘Tindakan Preventif Terhadap Perilaku Pelecehan dan Kekerasan Seksualitas Pada Anak dibawah Umur’ yang digelar Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LKCI) akhir pekan kemarin.

Dijelaskan Arist, kasus kekerasan anak sudah saatnya tidak terjadi lagi di Indonesia. Terlebih dengan adanya UU Perlindungan Anak sebagai tindak lanjut ratifikasi konvensi Hak Anak pada tahun 1990 silam. “Ada 10 hak anak yang harus dipenuhi, diantaranya hak hidup, hak tumbuh kembang dan sebagainya. Semua harus dipenuhi kita sebagai orang tua,” jelas pria yang khas dengan brewok lebatnya.

Narasumber lain dalam seminar ini Kombes Pol John Henry (Mabes Polri) dan Sigit Nugroho Sudibyanto (Akademisi Hukum Pidana Anak) dengan moderator Muhamad Sofyan (Salatiga Lawyer Club). Seminar ini dibuka Wali Kota Yuliyanto ini dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintahan, DPRD Salatiga, Polres Salatiga, lembaga peduli anak, kepala sekolah dan guru serta mahasiswa maupun masyarakat umum.

“Dalam seminar itu, sengaja kita hadirkan saksi korban yang benar-benar pernah mengalami kasus pelecehan seksual. Bahkan, target dari LCKI Salatiga akan memberikan rekomendasi kepada aparat penegak hukum untuk dapat dengan tegas dan tuntas menangani kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur,” tandas ketua panitia Joko Tirtono. (sas/ton)