MENGHIBUR: Penghuni Panti Wredha Harapan Ibu Kota Semarang bernyanyi bersama dengan sejumlah istri anggota DPRD Kota Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGHIBUR: Penghuni Panti Wredha Harapan Ibu Kota Semarang bernyanyi bersama dengan sejumlah istri anggota DPRD Kota Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGHIBUR: Penghuni Panti Wredha Harapan Ibu Kota Semarang bernyanyi bersama dengan sejumlah istri anggota DPRD Kota Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGHIBUR: Penghuni Panti Wredha Harapan Ibu Kota Semarang bernyanyi bersama dengan sejumlah istri anggota DPRD Kota Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Paguyuban Istri-Istri dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Sabtu (16/4) kemarin, mengunjungi Panti Wredha Harapan Ibu Kota Semarang di Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan. Kegiatan ini merupakan program tahunan dalam bentuk bakti sosial.

Salah satu perwakilan pengurus, Ny Wiwin Subiyono, mengatakan, bakti sosial ini merupakan kegiatan yang telah diagendakan bersama dengan kegiatan-kegiatan yang lainnya. Selain mendatangi Panti Wredha, mereka juga melakukan kunjungan ke sejumlah panti sosial lainnya. “Meskipun tidak seberapa, kami ingin berbagai dengan dana pribadi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengaku sangat trenyuh dengan keberadaan para penghuni panti. Sebab, karena faktor usia banyak dari mereka yang sakit-sakitan dan tidak mampu beranjak dari tempat tidur. Belum lagi jumlah pengasuhnya sangat terbatas. “Jumlah penghuni ada 39 orang, sementara pengasuhnya hanya empat orang,” katanya.

Anggota paguyuban lainnya, Ny Agung Budi Margono, menambahkan, untuk menjadi seorang pengasuh atau pekerja sosial tidaklah mudah. Selain harus memiliki kemauan, juga harus memiliki kesabaran. “Saya dengar (gaji) bulannnya juga belum UMR (upah minimal regional),” terangnya.