32 Juta Muslimat NU Berantas Narkoba

282
LASKAR ANTINARKOBA: Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa usai penandatanganan deklarasi Laskar Antinarkoba Muslimat NU di Demak, kemarin siang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LASKAR ANTINARKOBA: Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa usai penandatanganan deklarasi Laskar Antinarkoba Muslimat NU di Demak, kemarin siang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LASKAR ANTINARKOBA: Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa usai penandatanganan deklarasi Laskar Antinarkoba Muslimat NU di Demak, kemarin siang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LASKAR ANTINARKOBA: Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa usai penandatanganan deklarasi Laskar Antinarkoba Muslimat NU di Demak, kemarin siang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMAK- PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) pusat merasa prihatin dengan kondisi bangsa yang kini sedang dilanda bahaya narkoba. Karena itu, muslimat sebagai Badan Otonom (Banom) NU turut tergerak dan memprakarsai pemberantasan narkoba di masyarakat. Demikian disampaikan Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indarparawansa di sela pelantikan pengurus PC Muslimat NU Demak periode 2015-2020 dan Harlah Muslimat ke-70 yang berlangsung di Alun-Alun depan Masjid Agung Demak, kemarin.

Menurutnya, dengan 32 juta anggota muslimat se-nusantara, pihaknya siap menggerakkan mesin organisasi wanita di bawah NU tersebut untuk membantu pemerintah memerangi narkoba yang kini telah merambah hampir semua elemen masyarakat.

“Ini merupakan gerakan nasional. Pada 26 Maret lalu di Malang merupakan stepping (tahap ) awal pembacaan ikrar perang terhadap narkoba. Dan, ikrar tolak narkoba ini dibacakan terus dalam setiap ada pelantikan dan acara Muslimat NU, seperti di Demak kali ini. Sedangkan, pada Mei mendatang, kita jadwalkan untuk pelantikan Laskar Antinarkoba Muslimat NU se-Indonesia,”ujar Khofifah yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) ini.

Menurutnya, untuk melancarkan gerakan antinarkoba ini, setiap PC Muslimat menyiapkan 3 kader terbaiknya di setiap ranting atau desa. Dia menegaskan, narkoba merupakan musibah besar yang menimpa negeri ini. Padahal, Indonesia kini sedang menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang andal. Untuk itulah, dia mengharapkan ibu-ibu muslimat sebagai benteng terakhir NU sekaligus benteng bagi keluarga, harus mampu mencegah narkoba mulai dari keluarga dan lingkungan masing-masing.

“Perlu ikhtiar lahir dan batin. Lindungi anak-anak dan keluarga agar terhindar dari narkoba. Sebab, narkoba sangat berbahaya dan harus kita tanggulangi bersama,”katanya.

Apalagi, kata dia, narkoba sekarang diedarkan dengan berbagai bentuk termasuk disamarkan mirip vitamin yang disukai anak-anak.

Ketua PC Muslimat NU Demak, Hj Sri Utaminingsih, mengatakan, di Demak ini ibu-ibu Muslimat NU baru mengawali dengan pembacaan ikrar dan deklarasi Laskar Antinarkoba. “Setelah ini, kita bersama-sama secara konsisten memerangi narkoba di wilayah Kota Wali,”ujarnya.

Ketua PCNU Demak, KH Musadad Syarief, mengungkapkan, sekarang ini marak adanya gerakan-gerakan yang mencoba merongrong keberadaan NU. Bahkan, di daerah-daerah termasuk di Demak juga muncul gerakan yang mengatasnamakan pembela Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), namun perilaku mereka tidak sesuai dengan Aswaja yang sebenarnya sebagaimana yang diajarkan para ulama dan kiai.
“Karena itu, kita minta tolong Bapak Bupati Demak terpilih, HM Natsir, untuk turut menyelamatkan NU. Ajaran Aswaja dipertahankan dan dikembangkan,”harapnya.

Asisten II Setda Pemkab Demak, Windu Sunardi, menambahkan, Muslimat NU merupakan organisasi yang sangat strategis dalam ikut membangun daerah, utamanya dalam pembangunan kaum perempuan. “Karena itu, pemerintah daerah selalu mendukung upaya Muslimat NU Demak ini untuk maju dan berkembang bersama pemerintah dalam membangun Kota Wali ini menjadi lebih maju lagi di masa mendatang,”ujarnya.(hib/aro)