JAGA UKHUWAH ISLAMIAH: Ketua LDII Kota Semarang, Suhandoyo (kanan) saat menyerahkan cenderamata kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang Prof Erfan Subahar, MA (kiri) disaksikan anggota MUI di masjid Al Wali, kemarin. (Nur Wahidin/Jawa Pos Radar Semarang)
JAGA UKHUWAH ISLAMIAH: Ketua LDII Kota Semarang, Suhandoyo (kanan) saat menyerahkan cenderamata kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang Prof Erfan Subahar, MA (kiri) disaksikan anggota MUI di masjid Al Wali, kemarin. (Nur Wahidin/Jawa Pos Radar Semarang)
JAGA UKHUWAH ISLAMIAH: Ketua LDII Kota Semarang, Suhandoyo (kanan) saat menyerahkan cenderamata kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang Prof Erfan Subahar, MA (kiri) disaksikan anggota MUI di masjid Al Wali, kemarin. (Nur Wahidin/Jawa Pos Radar Semarang)
JAGA UKHUWAH ISLAMIAH: Ketua LDII Kota Semarang, Suhandoyo (kanan) saat menyerahkan cenderamata kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang Prof Erfan Subahar, MA (kiri) disaksikan anggota MUI di masjid Al Wali, kemarin. (Nur Wahidin/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang menegaskan jika Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan merupakan organisasi beraliran sesat. Namun justru ikut menjaga dan membangun ukhuwah islamiah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MUI Kota Semarang Prof Erfan Subahar dalam kegiatan silaturahmi bersama LDII dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), kemarin. ”Jadi LDII bukan aliran sesat dan secara tegas tidak pernah melakukan dan mengajarkan aliran yang membuat pecahnya kedaulatan negara RI,” tegasnya.

LDII terus berupaya untuk membangun ukhuwah islamiah dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah terjadinya perpecahan di berbagai kalangan masyarakat. ”Memang terkadang umat Islam itu pecah karena hal-hal kecil dengan mempersoalkan tata cara ibadah sehingga ukhuwah islamiah harus dibangun dalam kehidupan dengan umat beragama lain,” katanya.

Ketua LDII Kota Semarang, Suhandoyo mengatakan dalam membangun bangsa ini pihak LDII menolak semua pandangan dari gerakan apa pun yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. ”Kami melarang kepada semua jamaah agar tidak melakukan ajaran yang dapat memperpecah kesatuan dan kesatuan bangsa ini,” ungkapnya.