DIGEREBEK: Kapolsek Semarang Utara Kompol Sulkhan menginterogasi ketiga tersangka pemakai dan pengedar sabu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIGEREBEK: Kapolsek Semarang Utara Kompol Sulkhan menginterogasi ketiga tersangka pemakai dan pengedar sabu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG UTARA – Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual mobil bekas, Joko Jatmiko, 37, mengaku memiliki bos pengedar sabu yang saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sragen. Bos sabu berinisial Sul, yang sudah setahun mendekam atas vonis 3 tahun itu diduga berperan sebagai pengendali barang haram tersebut. Jaringan peredaran sabu ini terbongkar setelah Joko diringkus di Dusun Gerjen, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng.

Dari tangan Joko, aparat menyita barang bukti sabu senilai kurang lebih Rp 150 juta atau seberat 1,3 ons. Penangkapan tersebut dilakukan Jumat (15/4) lalu, sebelum akhirnya digelandang ke sel Mapolda Jateng.

”Berdasarkan pengakuan tersangka, peredaran narkoba ini dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Sragen,” kata Kasubdit II Ditserse Narkoba Polda Jateng AKBP Carto Nuryanto di kantor Ditresnarkoba Jalan Tanah Putih, Semarang, Jumat (15/4).

Namun demikian, Carto mengaku masih melakukan pendalaman penyelidikan untuk mengusut tuntas jaringan peredaran narkoba yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas Sragen tersebut. ”Tersangka mengaku baru satu bulan menjalankan aksinya. Perannya sebagai kurir sabu. Tersangka kesehariannya bekerja sebagai penjual mobil bekas,” jelasnya.

Selama sebulan itu, tersangka mengaku telah tujuh kali melakukan pengiriman sabu di lokasi terpisah. Semua pengiriman sabu itu diperintahkan oleh bosnya yang berada di dalam lapas. Tersangka diminta mengantarkan barang haram tersebut kepada pelanggan. ”Setiap melakukan pengiriman barang, rata-rata 50 gram sekali kirim, tersangka mendapatkan upah antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta,” bebernya.

Nuryanto menegaskan, keterangan itu baru sebatas pengakuan tersangka. Sehingga apa pun keterangannya masih akan diselidiki lebih lanjut. ”Biar saja tersangka memberi keterangan sesuka hatinya. Tetapi kami melakukan penyelidikan berdasarkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi,” katanya.

Tersangka Joko sendiri mengaku mengenal bosnya, Kul, bermula saat melakukan jual beli mobil. Kul pernah menjadi kolega karena membeli mobil bekas dari tersangka Joko. ’Lama-kelamaan saya mengenalnya dekat, hingga akhirnya diminta mengantarkan sabu,” akunya.