BERDUKA: Boging, ayah Martiah, menunjukkan foto Satriyo Tomo Prayitno alias Yoyok bersama Marina, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Boging, ayah Martiah, menunjukkan foto Satriyo Tomo Prayitno alias Yoyok bersama Marina, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Boging, ayah Martiah, menunjukkan foto Satriyo Tomo Prayitno alias Yoyok bersama Marina, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Boging, ayah Martiah, menunjukkan foto Satriyo Tomo Prayitno alias Yoyok bersama Marina, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Jenazah Satriyo Tomo Prayitno, 40, warga Dukuh Slentho RT 6 RW 3, Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo yang ditemukan tewas di laut Parangendog, Gunungkidul, Kamis (14/4) petang, dikebumikan. Pemakaman dilangsungkan bersamaan dengan anak tirinya, Marina, 19, dan balita Felisia Cinta Azzahra, 2. Felisia sendiri diketahui hasil buah cinta terlarang antara Satriyo dan Marina.

Kematian ketiganya menyingkap tabir cinta segitiga antara Satriyo, Marina, dan Martiah, 32. Martiah adalah istri sah Satriyo, sedangkan Marina adalah anak kandung Martiah dari suami pertama, alias anak tiri Satriyo.

Kisah cinta segitiga antara suami-istri dan anak tiri ini sempat menggemparkan warga Dukuh Slentho. Namun hubungan terlarang itu akhirnya berakhir tragis dengan kematian tiga orang sekaligus. Satriyo ditemukan tewas di Pantai Parangendog, sedangkan Marina dan putrinya, Felisia, ditemukan tewas di Hotel Widodo kamar 8 lantai 2, Pantai Parangtritis, Bantul.

Marina dan putrinya diduga tewas setelah menenggak obat nyamuk cair di dalam kamar hotel. Sebab, saat ditemukan, mulut Marina dan putrinya mengeluarkan busa. Selain itu terdapat botol obat nyamuk cair. ”Untuk kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil otopsi. Tapi, dugaannya menenggak obat nyamuk cair,” ujar Kepala Dukuh Slentho, Nuryanto.

‎Nuryanto menjelaskan, kisah cinta segitiga itu berawal pada 2014 silam. Saat itu, Martiah pergi ke Kota Semarang untuk bekerja. Sementara Satriyo alias Yoyok, suami keduanya, tinggal bersama putri semata wayangnya, Marina, yang dirawatnya bersama Yoyok sejak berusia dua tahun.