Tertimpa Pohon Tumbang, Alumnus Undip Terluka

428
TERLUKA: Korban saat dilarikan ke UGD RS St Elisabeth Semarang, dan petugas saat menyingkirkan pohon Mindi yang tumbang. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERLUKA: Korban saat dilarikan ke UGD RS St Elisabeth Semarang, dan petugas saat menyingkirkan pohon Mindi yang tumbang. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERLUKA: Korban saat dilarikan ke UGD RS St Elisabeth Semarang, dan petugas saat menyingkirkan pohon Mindi yang tumbang. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERLUKA: Korban saat dilarikan ke UGD RS St Elisabeth Semarang, dan petugas saat menyingkirkan pohon Mindi yang tumbang. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAJAHMUNGKUR – Seorang pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di Jalan S Parman, tepatnya di tanjakan Gajahmungkur, Kamis (14/4) sekitar pukul 13.23 kemarin. Korban bernama Afifah Fardih Rofiana, warga Jalan Menoreh Barat V, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur. Saat kejadian, dia mengendarai motor Honda Vario bernopol H 2694 AMG dari arah selatan (Banyumanik) menuju arah utara (RSUP dr Kariadi). Beruntung korban selamat dari maut. Namun akibat tertimpa pohon besar berusia tua tersebut, korban jatuh ke selokan hingga terluka parah dan tak sadarkan diri.

Korban yang tergeletak di selokan bersama motornya, mendapat pertolongan warga yang kebetulan melintas di lokasi. Saat itu juga dia dilarikan ke Rumah Sakit St Elisabeth untuk mendapatkan perawatan medis.

”Saya ditelepon orang yang menolong anak saya lewat handpone. Dia ngabari kalau anak saya di rumah sakit kecelakaan. Saya pun bergegas ke rumah sakit, ternyata putri saya sudah di ruang IGD RS Elisabeth,” ungkap ibu korban, Emy Nurhayati, 48, ditemui Jawa Pos Radar Semarang di RS Elisabeth, Kamis (14/4) kemarin.

Emy sendiri tak mengenal orang yang telah menolong putrinya tersebut. Sebab, sampai di rumah sakit, si penolong sudah tidak ada. ”Sampai sekarang anak saya juga tidak tahu siapa yang menolong dan membawanya ke rumah sakit. Karena pas ketimpa pohon, anak saya kan langsung tidak sadar,” katanya.