Jembatan Putus, 1.500 Warga Terisolasi

252
DITERJANG BANJIR : Terputusnya Jembatan Desa Kaliputih akibat diterjang banjir telah mengakibatkan warga di Dukuh Slentho dan Muntuk Jambu kesulitan beraktivitas. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITERJANG BANJIR : Terputusnya Jembatan Desa Kaliputih akibat diterjang banjir telah mengakibatkan warga di Dukuh Slentho dan Muntuk Jambu kesulitan beraktivitas. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITERJANG BANJIR : Terputusnya Jembatan Desa Kaliputih akibat diterjang banjir telah mengakibatkan warga di Dukuh Slentho dan Muntuk Jambu kesulitan beraktivitas. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITERJANG BANJIR : Terputusnya Jembatan Desa Kaliputih akibat diterjang banjir telah mengakibatkan warga di Dukuh Slentho dan Muntuk Jambu kesulitan beraktivitas. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Jembatan penghubung Dusun Slentho dengan Dusun Muntuk Jambu di Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo Kendal putus diterjang banjir bandang. Sekitar 1.500 warga terancam terisolasi, karena satu-satunya jembatan satunya penghubung warga Slentho untuk keluar desa tidak dapat dilalui.

Warga baru bisa keluar desa saat sungai surut. Itupun harus menyeberangi sungai yang kondisinya berbatu. Sebaliknya, saat air sungai pasang warga tidak berani melewati jembatan tersebut.

Maisaroh, warga setempat mengungkapkan bahwa putusnya jembatan tersebut sudah satu pekan lebih, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal belum bisa membuatkan jembatan. Jika jembatan tersebut tak kunjung diperbaiki lebih dari dua pekan, warga dua dukuh terancam mengalami kelaparan. “Apalagi Pemkab Kendal hingga saat ini belum memberikan bantuan kepada warga,” katanya.

Menurutnya, jembatan tersebut sudah dua kali putus yakni pada 18 Maret lalu dan sekarang putus lagi. “Jembatan ini belum ada satu bulan putus dua kali, warga dua dukuh terisolasi,” jelasnya.

Tentu saja, putusnya jembatan tersebut menganggu aktivitas warga. Sebab tidak ada jalan lain untuk keluar dusun ini. “Ada alternatif lain, tapi melalui jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Itupun harus melewati hutan dan bukit-bukit,” katanya.