SEMARANG – Impian Kota Semarang memiliki penanda kota (landmark) yang mampu berbicara di tingkat internasional sebentar lagi bakal terwujud. Hal ini menyusul adanya kesepakatan Pemkot Semarang dengan perusahaan yang melakukan kegiatan reklamasi di kawasan Pantai Marina, Semarang Barat.

”Saat ini perusahaan tersebut bisa dikatakan sudah 99 persen untuk menyerahkan sebagian asetnya kepada pemkot. Lahan tersebut nantinya dikembangkan untuk kawasan wisata,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (13/4).

Hendi –sapaan akrab wali kota— menjelaskan, pihaknya telah meminta dinas terkait untuk menjadikan aset tersebut sebagai ruang publik, sehingga dapat dinikmati masyarakat secara luas. Di kawasan tersebut nantinya juga dibangun masjid apung. ”Tahun ini kawan-kawan melakukan kajian. Kemudian di 2017, kami harapkan mulai dibangun sehingga pada 2019 pembangunan bisa selesai,” harapnya.

Ia menambahkan, Pemkot Semarang juga akan mengembangkan Pantai Maron yang merupakan lahan milik TNI Angkatan Darat. Menurutnya, sejak pantai tersebut dibuka untuk umum, perkembangannya cukup pesat. ”Namun saat ini kondisi akses jalan menuju ke lokasi rusak parah. Nantinya akan diperbaiki pemkot pada 2017,” katanya.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur, Bappeda Kota Semarang, M. Farchan, sebelumnya menjelaskan, proyek yang dimaksud adalah Pearl of Java yang diinisiasi PT Indo Perkasa Usahatama (IPU). Saat ini, yang bersangkutan tengah menyelesaikan penyusunan masterplan yang secara konsep tidak jauh beda dengan Waterfront Township seperti di kota-kota besar lainnya.

”Di dalamnya nanti akan dibangun berbagai pusat pertumbuhan baru, namun dengan pengembangan yang lebih baik. Selain hunian yang menjadi ciri khas utama, juga dibangun central park seluas 172.178 meter persegi yang khusus disediakan untuk area publik,” bebernya.

Ia menambahkan, dalam proyek yang dibangun di atas lahan 200 hektare itu, Pemkot Semarang mendapatkan hibah 5 hektare di luar fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Pihaknya mengaku masih memikirkan bangunan apa yang cocok ditempatkan di sana. ”Diharapkan nantinya benar-benar menjadi new town (kota baru) yang menjadi landmark bagi Kota Semarang,” tandasnya. (fai/aro/ce1)