Pemanfaatan Air Bersih Pamsimas Disalahgunakan

583
PENYALAHGUNAAN : Tempat cucian motor di Desa Duren yang memanfaatkan air Pamsimas, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYALAHGUNAAN : Tempat cucian motor di Desa Duren yang memanfaatkan air Pamsimas, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYALAHGUNAAN : Tempat cucian motor di Desa Duren yang memanfaatkan air Pamsimas, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYALAHGUNAAN : Tempat cucian motor di Desa Duren yang memanfaatkan air Pamsimas, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Pemanfaatan sumber air hasil program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Duren, Kecamatan Tengaran, disalahgunakan oknum perangkat desa. Oknum tersebut memanfaatkan fasilitas air Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan tempat usaha cucian kendaraan bermotor miliknya.

“Tidak ada yang berani. Sungkan untuk menegurnya, karena yang bersangkutan perangkat desa. Padahal air Pamsimas itu untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat desa, seperti untuk minum maupun MCK (mandi, cuci, kakus),” ungkap Ja, 49, warga Desa Duren kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (13/4) kemarin.

Sekretaris Desa Duren, Jarwanto membenarkan adanya oknum perangkat desanya yang menyalahgunakan peruntukan air Pamsimas. Oknum itu adalah Kaur Pembangunan Erfiyanto. “Usaha cuci kendaraannya dibangun sekitar seminggu lalu, tapi mulai buka dua hari lalu, Senin (11/4) kemarin,” katanya.

Jarwanto mengaku sudah berupaya menegur agar yang bersangkutan tidak memanfaatkan air Pamsimas untuk usaha, namun hal itu tidak digubris. “Nanti kami akan memanggil BP-SPAM (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum) selaku pihak yang mengelola air Pamsimas. Bagaimana bisa, air untuk kebutuhan minum maupun MCK warga, digunakan untuk tempat usaha,” tuturnya.

Program Pamsimas untuk Desa Duren mulai dirintis tahun 2005. Warga memanfaatkan sumber air di kawasan perbukitan di Dusun Gading dengan cara disedot pompa. Air tersebut kemudian ditampung dalam bak dan disalurkan ke rumah warga. Hingga akhir tahun 2014, setidaknya sudah ada 120 kepala keluarga yang terfasilitasi Pamsimas.