BERLOMBA : Para siswa SD dari Kecamatan Wonopringgo mengikuti Lomba Cerdas Cermat SD tingkat kecamatan tahun 2016, di SDN 01 Wonorejo, Rabu (13/4) kemarin. (VIO ALFA RIZQI/RADAR PEKALONGAN/JPNN)
BERLOMBA : Para siswa SD dari Kecamatan Wonopringgo mengikuti Lomba Cerdas Cermat SD tingkat kecamatan tahun 2016, di SDN 01 Wonorejo, Rabu (13/4) kemarin. (VIO ALFA RIZQI/RADAR PEKALONGAN/JPNN)
BERLOMBA : Para siswa SD dari Kecamatan Wonopringgo mengikuti Lomba Cerdas Cermat SD tingkat kecamatan tahun 2016, di SDN 01 Wonorejo, Rabu (13/4) kemarin. (VIO ALFA RIZQI/RADAR PEKALONGAN/JPNN)
BERLOMBA : Para siswa SD dari Kecamatan Wonopringgo mengikuti Lomba Cerdas Cermat SD tingkat kecamatan tahun 2016, di SDN 01 Wonorejo, Rabu (13/4) kemarin. (VIO ALFA RIZQI/RADAR PEKALONGAN/JPNN)

WONOPRINGGO -UPT Dinas Pendidikan dan kebudayaan Wonopringgo bekerjasama dengan K3S menyelenggarakan kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) SD tingkat Kecamatan tahun 2016. Kegiatan itu dilaksanakan pada Rabu (13/4) di SDN 01 Wonorejo.

Penanggung Jawab Pelaksana LCC Kecamatan Wonopringgo, Nur Khusniati SPd, mengatakan, Kegiatan diikuti 75 peserta yang berasal dari seluruh SD se Kecamatan setempat.

“Kegiatan Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan Wonopringgo diikuti oleh seluruh siswa SD Negeri dan SD Swasta se-Kecamatan Wonopringgo, yang terdiri dari 25 regu, satu regunya 3 peserta,” terangnya.

Kegiatan bertema Dengan Lomba Cerdas Cermat Kita Tingkatkan Budaya Mutu Pendidikan di Kabupaten Pekalongan untuk memotivasi belajar siswa-siswi SD yang menunjang peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, materi LCC mencakup 3 mata pelajaran yaitu, Bahasa dan Sastra Indonesia, Matematika, dan IPA.

Adapun Sekolah yang berhasil meraih juara LCC SD tingkat Kecamatan Wonopringgo adalah SDN Kwagean sebagai juara 1, SDI YMI Wonopringgo, sebagai juara 2, dan SDN 1 Sastrodirjan sebagai juara 3. Sedangkan SDN 02 Legok Gunung, SDN 1 Rowokembu, serta SDN 2 Sastrodirjan dinobatkan sebagai juara harapan 1, 2, dan 3.

“Harapan saya kegiatan ini bisa memacu prestasi siswa. Pengalaman ini sebagai tonggak untuk meraih cita-cita ke depan. Walau bagaimanapun anak itu perlu pengalaman,” pungkasnya. (ap3/jpnn/ida)