aktivasi-rel-web

SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) IV Semarang, akan tetap merealisasikan beberapa tahapan pembangunan Rel Tawang-Tanjung Emas. Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak menggubris surat permohonan fasilitasi untuk sosialisasi reaktivasi dan revitalisasi rel Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas yang telah dilayangkan dua kali. ”Yakni, pada tanggal 31 Maret dan 7 April lalu. Padahal, surat yang dikirmkan PT KAI itu atas dasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah Nomor 550/64 Tahun 2015 yang sudah ditandatangani 13 November 2015,” kata Manager Humas PT KAI Daops 4 Semarang, Gatut Sutiyatmoko.

Menurutnya, dalam SK Gubernur Jateng itu, sudah ada tim kecil yang dibentuk. Kepala Bagian Hukum Biro Setda Pemkot Semarang merupakan satu dari 16 pihak yang tergabung dalam tim tersebut. ”Dalam rapat koordinasi tadi pagi (kemarin, Red) Wali Kota Semarang pun tidak bisa datang dan diwakili Asisten 1 Pemkot Semarang,” ucapnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Senin (11/4) kemarin.

Meski belum ada dukungan dari Pemkot Semarang, PT KAI berniat tetap menggelar sosialisasi. Dikatakan Gatut, sosialisasi pertama akan digelar Rabu (13/4) besok di Cafe Marabunta Kota Lama. ”Tanpa dukungan dari Pemkot Semarang pun, kami harus tetap jalan. Karena ini proyek nasional,” imbuhnya.

Sosialisasi perdana ini akan mengundang penghuni 130 bangunan yang terkena dampak reaktivasi dan revitalisasi rel Tawang-Tanjung Emas. Bagi yang 17 rumah yang sudah punya sertifikat hak milik, diwajibkan membawa fotokopi sertifikat. Mereka akan diberi pemahaman mengenai hal-hal positif yang bisa didapat warga jika mendukung proyek ini.

Rencananya, dalam bulan ini, PT KAI akan menggelar tiga kali sosialisasi. Diharapkan, lewat rangkaian sosialisasi ini, mereka bisa melepas lahan untuk dilakukan penataan. Jika sampai akhir April belum ada tanggapan positif, tidak menutup kemungkinan akan terbit surat peringatan. ”Soalnya akhir Mei sudah dilakukan penataan, agar pembangunan jalur bisa dilakukan awal Juni,” tegasnya.