RPJMD Harus Direvisi

306

SLAWI – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tegal tahun 2014-2019 harus segera direvisi. Sebab, RPJMD tersebut belum sinkron dengan program Presiden RI, Joko Widodo yaitu program Nawacita. Bahkan disinyalir, RPJMD belum sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Enthus Susmono-Umi Azizah.

“Sepertinya belum sinkron dengan visi misi Bupati. Maka dari itu, RPJMD harus segera direvisi,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, kemarin (12/4).

Anggota Komisi III ini menjelaskan, RPJMD tahun 2014-2019 itu dibahas dalam Panitia Khusus (Pansus) di DPRD pada tahun 2014. Sedangkan Bupati dilantik pada awal tahun 2014. Sementara itu, draf RPJMD dibuat pada tahun 2013. Dengan begitu, RPJMD dipastikan belum sinkron dengan program pemerintah pusat dan program 4 Cinta dari Bupati Tegal. “Dulu yang membahas (RPJMD) juga anggota dewan lama (periode 2009-2014),” ujar politikus yang akrab disapa Jeni Bae ini.

Celakanya, lanjut Jeni, dasar pedoman pembuatan RPJMD itu juga telah ketinggalan. Mestinya, RPJMD sudah menggunakan dasar Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Tapi yang terjadi, RPJMD itu masih menggunakan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. “Ini harus segera disesuaikan dengan UU yang baru, termasuk dengan program Presiden Jokowi,” kata anggota komisi III itu.

Untuk itu, diharapkan Pemkab Tegal segera mengajukan draf RPJMD yang baru untuk dilakukan pembahasan di DPRD. Kendati belum waktunya untuk direvisi karena RPJMD berakhir hingga 2019, namun hal itu dinilai tidak menjadi persoalan. “Boleh-boleh saja direvisi sebelum masa berakhirnya RPJMD. Ini demi pembangunan di Kabupaten Tegal yang sejalan dengan pembangunan nasional,” pungkasnya. (yer/jpnn/ric)