SEMARANG – Para pemilik karaoke liar di kawasan Tanggul Indah (TI) yang ditertibkan Kepolisian Sektor Gayamsari dan dimintai pungutan liar (pungli) pasca penertiban Minggu, (10/4) lalu bisa mengadu ke Polrestabes Semarang. Pengaduan ini guna sebagai tindak lanjut upaya pengusutan dugaan adanya pungli tersebut.

Kasi Propam Polrestabes Semarang, Kompol I Ketut Raman, mengaku belum mendapat laporan adanya dugaan permintaan uang bulanan kepada pemilik karaoke liar di kawasan TI Jalan Onta Raya, Gayamsari, yang terjaring penertiban oleh petugas Polsek Gayamsari.

”Saya belum tahu itu, nanti coba kami kroscek dulu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/4) kemarin.

Pihaknya menyarankan, pemilik karaoke yang merasa dirugikan atas dugaan adanya praktik pungli yang mencatut oknum nama Kapolsek Gayamsari, Kompol Dedy Mulyadi tersebut bisa melaporkan ke unit pelayanan dan pengaduan Propam Polrestabes Semarang. Menurutnya, pelaporan tersebut guna menindaklanjuti aduan supaya tidak adanya ftinah.

”Kalau ada tindakan kepolisian yang di luar aturan, langsung laporkan. Nanti kami proses, pasti akan kita tindaklanjuti. Supaya tidak ada fitnah,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan, tidak akan main-main dalam menanggapi laporan masyarakat terkait ulah anggota polri yang menyalahi aturan. Terlebih meminta jatah bulanan kepada pemilik karaoke. Menurutnya, pelayanan tersebut sudah menjadi tanggung jawabnya dalam menindaklanjuti aduan tersebut. ”Silakan laporkan, pasti kami proses dulu seperti apa aduannya. Biar jelas seperti apa pelanggarannya. Tugas kami Propam kan itu kalau ada anggota yang melanggar,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengelola karaoke liar di Tanggul Indah, Gayamsari, Kota Semarang merasa keberatan dengan adanya permintaan jatah yang diduga dilakukan oleh Kapolsek Gayamsari, Kompol Dedi Mulyadi.

Permintaan jatah bulanan itu muncul setelah dilakukan operasi penertiban di kawasan TI pada Minggu (10/4) dini hari lalu. Kapolsek Gayamsari, Kompol Dedi Mulyadi membantah adanya permintaan jatah bulanan tersebut. ”Saya tidak meminta, tidak ada itu. Yang kami lakukan murni penertiban karena marak terjadi tindak pidana di lokasi itu. Selain itu karaoke yang ada di lokasi juga liar tak berizin,” katanya. (mha/zal/ce1)