Prioritaskan Kali Tenggang dan Polder Banger

328
SIDAK POLDA: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), Yuddy Chrisnandi melakukan melihat dan mendengar langsung penyebab kebakaran gedung B Mapolda Jateng, Selasa (6/10) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK POLDA: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), Yuddy Chrisnandi melakukan melihat dan mendengar langsung penyebab kebakaran gedung B Mapolda Jateng, Selasa (6/10) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Untuk mengatasi permasalahan banjir di sejumlah titik di Kota Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengklaim akan memprioritaskan normalisasi Kali Tenggang dan pembangunan Polder Banger.

”Itu merupakan salah satu program kampanye yang kami sampaikan saat pilwalkot lalu bersama Bu Ita (Wakil Wali Kota). Jadi memang akan kita realisasikan, namun harus sabar karena ini program jangka panjang,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (12/4) kemarin.

Ia mengakui, belum rampungnya normalisasi Kali Tenggang dan pembangunan Polder Banger hingga saat ini memang menjadi kendala besar. Akibat hal tersebut, kawasan Semarang bagian timur dan utara, masih sering tergenang saat hujan lebat turun. ”Melalui APBD 2016, kami sudah menganggarkan proses kelanjutan dua program prioritas penanganan banjir ini,” imbuhnya.

Adapun untuk program jangka pendek, Hendi mengklaim telah memerintahkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Semarang untuk melakukan langkah taktis yang diperlukan. ”Kami berharap warga masyarakat dapat bersabar,” tandasnya seraya menegaskan pemkot terus berusaha melakukan yang terbaik bagi masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PSDA Kota Semarang, Ayu Enthis, menyatakan pihaknya terus melakukan pengerukan saluran-saluran di sekitar Kaligawe dan juga saluran tersier lain yang berhubungan dengan sistem drainase Banjir Kanal Timur, Banger dan Kali Tenggang. Tujuannya adalah untuk mengurangi endapan sekaligus menambah volume daya tampung saluran. ”Namun karena curah hujan yang terjadi Minggu (10/4) malam lalu sangat tinggi, keberadaan saluran di kawasan itu tidak lagi dapat menampung luapan air sehingga meluber ke jalanan,” terangnya.

Ayu menambahkan, penyebab terjadinya banjir juga disebabkan karena daerah hulu di kawasan Ungaran hujan deras sehingga kapasitas saluran yang ada tidak lagi dapat menampung semua limpasan air. ”Solusi jangka pendek ini diharapkannya dapat mengurangi volume air yang tinggi saat curah hujan turun dengan derasnya,” tukas perempuan yang juga menjabat sebagai Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan Ekonomi itu.