SEMARANG – Kedua orang tua korban kasus human trafficking di bawah umur asal Kabupaten Pati, mendesak Polda Jateng mengusut tuntas kasus human trafficking yang telah menangkap satu pelaku. Harapannya, agar korban terlindungi dan tidak dicari jaringan pelaku.

Sedangkan pelaku yang berhasil ditangkap anggota Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renata) Ditreskrimum Polda Jateng adalah Prasetyanto alias Andro. Pelaku ditangkap saat berada di sebuah hotel di daerah Pati, 23 Maret 2016 kemarin.

”Kami minta perlindungan kepada korban supaya tidak dicari jaringan pelaku,” kata pendamping keluarga korban, Djunaedi saat mendampingi keluarga korban di kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Selasa (12/4) kemarin.

Diakuinya, orang tua korban sangat mengkhawatirkan kondisi keamanan dan kenyamanan korban. Pasalnya, anaknya yang menjadi korban perdagangan anak di bawah umur tersebut mengalami trauma berat. Bahkan korban tidak berani pulang ke rumah setelah kasus tersebut terungkap oleh polisi.

”Anaknya belum mau pulang ke rumah. Sudah dihubungi, belum ada respons. Kami khawatir, situasi ini dimanfaatkan jaringan pelaku. Korban sudah tidak pulang hampir dua minggu ini,” katanya.

Sementara, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Susilowati mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyidikan. Kasus tersebut masih dalam penanganan dan pendampingan sementara diserahkan kepada Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di Kabupaten Pati dan Jawa Tengah. ”Kasusnya masih dalam penyidikan,” katanya.

Sementara itu, pelaku dijerat Pasal 76 i jo Pasal 88 UU RI no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dan atau Pasal 2 jo 17 UU RI no 21 th 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (mha/ida/ce1)