Prasetyo Aribowo (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Prasetyo Aribowo (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Prasetyo Aribowo (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Prasetyo Aribowo (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

KEPALA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jawa Tengah Prasetyo Aribowo ikut mendorong kawasan Kota Lama Semarang menjadi warisan budaya dunia pada 2020 nanti. Status World Heritage Site tersebut dianggap ampuh untuk mendatangkan wisatawan dari seluruh dunia.

”Dengan menjadi warisan budaya dunia, Kota Lama akan mendapatkan promosi gratis karena masuk dalam list UNESCO,” kata doktor ilmu hukum tersebut. Dia mencontohkan Candi Borobudur dan Sangiran yang telah ditetapkan sebagai World Heritage Site. Dua objek wisata andalan Jateng tersebut menjadi perhatian dunia. Sehingga menjadi acuan calon wisatawan mancanegara untuk didatangi.

Karenanya dia mendorong pihak terkait untuk meyakinkan UNESCO bahwa Kota Lama Semarang memiliki outstanding universal value. Yaitu dianggap memiliki keistimewaan bagi masyarakat dunia. Syarat lainnya adalah kawasannya dianggap otentik, berdampak bagi peradaban manusia, serta memiliki kemanfaatan sosial ekonomi.

Pemprov telah mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat upaya menjadikan Kota Lama masuk dalam nominasi warisan budaya dunia. Prasetyo berharap pada 2017 Kota Lama sudah masuk nominasi. Setiap tahunnya, UNESCO hanya menetapkan satu predikat tersebut untuk setiap negara. (ric/ce1)