BATANG – Sehari paska ditemukan bayi perempuAn yang dibuang di rumah Hj. Salpi, warga Dusun Walas, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Puskesmas Blado dikunjungi belasan keluarga.

Mereka belum mempunyai anak dan ingin mengadopsi bayi perempuan yang dibuang tersebut. Pasangan suami istri yang ingin mengadopsi bayi tersebut, sebagian besar sudah menikah lebih dari 5 tahun, namun belum diberi momongan.

Seperti Mahmudah, 36, warga Desa Batiombo, Kecamatan Bandar. Dia mengaku ingin mengadopsi bayi perempuan yang dibuang tersebut. Karena dirinya sudah berumah tangga lebih dari 5 tahun, dan belum dibeli momongan.

Menurutnya sebagai bentuk keseriusannya untuk mengadopsi, dirinya sudah menitipkan fotocopy KTP di Puskesmas Blado, serta mencatatkan namanya pada buku tamu, dan berminat untuk mengadopsi bayi tersebut.

“Kalau diizinkan saya ingin memelihara bayi perempuan tersebut, karena kami menikah sudah 7 tahun, namun belum diberi momongan,” ungkap Mahmudah, yang didampingi suaminya, Mohamad Zaki.

Nur Baiti, 26, bidan Puskesmas Blado, mengatakan bahwa banyak warga yang datang ke ruang anak, yang ingin melihat bayi perempuan yang dibuang warga, dan tidak sedikit warga yang ingin mengadopsi.

Menurutnya kondisi bayi perempuan dengan berat 2,5 kilogram dan panjang 48 centimeter, selama berada di Puskesmas Blado jadi pusat perhatian banyak orang, dan saat ini dalam kondisi sangat sehat, karena mendapat perawatan dengan baik. “Sehari lebih dari 5 orang yang ingin mengadopsi bayi tersebut, sebagian besar keluarga yang belum mempunyai anak,” kata Baiti.