Matangkan Proyek Monorel

406

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mematangkan proyek pembangunan monorel di Kota Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengklaim tengah melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan baik dalam perencanaan maupun penganggaran.

”Kami sudah minta teman-teman melakukan kajian yang matang. Apalagi, rencana pembangunan itu dibuat karena adanya tuntutan dari masyarakat untuk meningkatkan fasilitas transportasi masal yang murah, nyaman, dan terintegrasi,” ungkap Hendrar Prihadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi- menuturkan, saat ini pemkot tengah melakukan kajian seperti feasibility study (FS) untuk rencana pembangunan monorel. Pihaknya juga terus melakukan kontak dengan investor swasta baik dalam maupun luar negeri, yang hendak berinvestasi untuk transportasi masal ini. ”Kemarin, kami juga sudah sampaikan kepada Pak Jokowi, tetapi baru secara tertulis,” katanya.

Hendi menambahkan, Pemkot Semarang dinilai telah berhasil mengembangkan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Karenanya, dalam waktu mendatang berencana menambah koridor dan jumlah armada yang ada. ”Selanjutnya adalah pembangunan monorel,” tandasnya seraya berharap mendapat dukungan dari presiden.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, pembangunan monorel sebenarnya telah direncanakan oleh wali kota sejak lama. Akan tetapi, saat ini masih menunggu dukungan dari pemerintah pusat untuk segera direalisasikan. ”Secara umum, proyek ini sangat tepat, karena dapat memecah kepadatan lalu lintas di Kota Semarang,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, pembangunan tersebut seharusnya diintegrasikan dengan wilayah Kendal, Demak, Ungaran, Kota Salatiga, dan Purwodadi (Kedungsepur). Sebab, kendaraan dari luar Kota Semarang yang masuk dapat tergantikan dengan monorel, sehingga mengurangi kepadatan dan kemacetan di Kota Semarang. ”Kalau hanya Kota Semarang (saja), sebaiknya optimalkan BRT saja,” kata politikus PDI Perjuangan ini.