TUTUPI BADAN JALAN : Truk tronton yang mengangkut kertas terguling di Jalur Arteri Kaliwungu sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang panjang, Senin (11/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUTUPI BADAN JALAN : Truk tronton yang mengangkut kertas terguling di Jalur Arteri Kaliwungu sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang panjang, Senin (11/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUTUPI BADAN JALAN : Truk tronton yang mengangkut kertas terguling di Jalur Arteri Kaliwungu sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang panjang, Senin (11/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUTUPI BADAN JALAN : Truk tronton yang mengangkut kertas terguling di Jalur Arteri Kaliwungu sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang panjang, Senin (11/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sebuah truk tronton terguling di Jalur Pantura Kaliwungu, setelah menabrak median jalan di Jalan Arteri Soekarno Hatta, Desa Mororejo, Kaliwungu, Senin (11/4) kemarin. Namun menyebabkan jalur pantura mengalami kemacetan panjang, lantaran truk terguling melintang sehingga bak truk menutupi seluruh badan jalan Kendal-Semarang tersebut.

Untuk memecah kemacetan, petugas kepolisian dari satuan lalulintas Polres Kendal terpaksa contra flow atau melakukan pengalihan satu arus menjadi dua arah. Yakni membuat contra flow arah di lajur Semarang-Kendal agar tidak macet, mengingat banyaknya kendaraan yang melintas di jalur Pantura.

Menurut pengakuan sang sopir, Sariman, 57, warga Muntilan, Magelang, truk bernopol H 1899 C tersebut memuat kertas yang akan diangkut ke PT Semeru di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang. Kertas tersebut diambil dari Jakarta.

Ia mengaku melaju dengan kecepatan normal yakni pada kisaran 40-60 kilometer per jam. Saat memasuki jalur Arteri Kendal, kondisinya hujan deras sehingga jalan tertutup oleh kabut. “Saya tidak melihat jalan, saya tetap melaju dengan kecepatan 20 kilometer per jam,” tandasnya.

Saat sampai di lokasi kejadian, tepatnya di Jembatan Arteri, Dukuh Sabetan, Desa Mororejo, jalannya agak menanjak. Dua ban roda depan naik ke median jalan ke sebelah sisi kanan jalan. Lantas ia banting setir kiri, agar truknya tidak menabrak jembatan.