DRAINASE BURUK: Banjir di Jalan Kaligawe Raya Semarang menyebabkan lalu lintas lumpuh akibat ketinggian air mencapai setengah meter pada Senin (11/4) pagi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DRAINASE BURUK: Banjir di Jalan Kaligawe Raya Semarang menyebabkan lalu lintas lumpuh akibat ketinggian air mencapai setengah meter pada Senin (11/4) pagi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DRAINASE BURUK: Banjir di Jalan Kaligawe Raya Semarang menyebabkan lalu lintas lumpuh akibat ketinggian air mencapai setengah meter pada Senin (11/4) pagi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DRAINASE BURUK: Banjir di Jalan Kaligawe Raya Semarang menyebabkan lalu lintas lumpuh akibat ketinggian air mencapai setengah meter pada Senin (11/4) pagi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Hujan deras yang terjadi Minggu (10/4) malam hingga Senin (11/4) dini hari menyebabkan sejumlah titik di Kota Semarang direndam banjir. Pantauan koran ini kemarin pagi, banjir besar menggenangi Jalan Kaligawe Raya, Bundaran Bubakan, Jalan Citarum depan RS Panti Wilasa dan Pasar Waru Kaligawe. Selain itu, banjir juga menggenangi sejumlah rumah warga di Kampung Pandean Lamper IV RT 7 RW VI, Peterongan, Semarang.

Di Jalan Kaligawe Raya, banjir membuat aktivitas warga terganggu. Banyak kendaraan warga yang mogok. ”Saya baru saja lewat di Jalan Kaligawe Raya depan SPBU, motor saya langsung mogok, karena mesin kemasukan air. Kedalaman air hampir setengah meter,” ujar Saefullah, seorang pengendara motor kepada koran ini, Senin pagi (11/4).

Menurut karyawan sebuah bank swasta ini, banjir di Jalan Kaligawe Raya depan SPBU ini sudah berlangsung lama. Namun hingga kini tidak ada solusi konkret dari Pemkot Semarang. ”Kami berharap pemkot bisa mencarikan solusi bagaimana mencegah Jalan Kaligawe agar tidak banjir,” pinta Yayuk, pengguna jalan warga Genuksari.

Banjir di Pasar Waru kemarin juga menghambat aktivitas para pedagang dan pembeli. Pedagang terpaksa tidak berjualan di depan kios lantaran terendam banjir. ”Kami mohon pemkot bisa membantu meninggikan kawasan pasar agar tidak kebanjiran,” desak Sukarno, pedagang barang bekas.

Hujan deras yang terjadi saat warga terlelap tidur juga menyebabkan banjir di permukiman warga Kampung Pandean Lamper IV RT 7 RW 6 Peterongan. Banjir berasal dari Sungai Kanal (anak sungai Banjir Kanal Timur) yang masuk kampung lantaran pintu air terlambat ditutup. ”Sebelumnya pintu air sudah kami tutup. Sekitar jam 02.00, air Sungai Kanal sudah surut, makanya pintu air saya buka lagi. Tidak tahunya, air sungai meninggi lagi, hingga masuk ke permukiman warga karena saya ketiduran hingga tak sempat menutup pintu air lagi,” kata Jumilah, warga yang rumahnya terendam banjir.