JELANG UJIAN: Seluruh SD Negeri Lamper Kidul 02 Semarang mendapatkan motivasi melalui hipnoterapi, di aula SMAN 3 Semarang, kemarin. (IST)
JELANG UJIAN: Seluruh SD Negeri Lamper Kidul 02 Semarang mendapatkan motivasi melalui hipnoterapi, di aula SMAN 3 Semarang, kemarin. (IST)
JELANG UJIAN: Seluruh SD Negeri Lamper Kidul 02 Semarang mendapatkan motivasi melalui hipnoterapi, di aula SMAN 3 Semarang, kemarin. (IST)
JELANG UJIAN: Seluruh SD Negeri Lamper Kidul 02 Semarang mendapatkan motivasi melalui hipnoterapi, di aula SMAN 3 Semarang, kemarin. (IST)

SEMARANG – Rasa takut dan rasa kurang percaya diri kerap menjadi faktor gagalnya anak lulus dalam ujian sekolah dasar (SD). Hal itu yang mendorong SD Negeri Lamper Kidul 02 Semarang berusaha memberikan motivasi kepada siswanya, melalui hipnoterapi. Dengan harapan, agar bisa sukses dalam menghadapi ujian sekolah pada Mei mendatang.

Ketua Panitia Hipnoterapi, Rosiana mengatakan jika dalam menghadapi ujian, anak-anak perlu diberikan motivasi agar percaya diri dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Selain itu, hipnoterapi yang dilakukan juga dimaksudkan agar anak-anak bisa lebih menghargai orang tua dan waktu.

”Mental generasi muda sebagai penerus bangsa harus dicetak sedini mungkin. Pemberian motivasi ini sebagai fondasi agar kelak mereka lebih menghargai waktu, orang tua dan memiliki kepercayaan diri serta mental yang kuat,” katanya usai pelaksanaan hipnoterapi di aula SMAN 3 Semarang, kemarin.

Menurutnya, pemberian motivasi ini diberikan kepada 160 siswa di SDN Lamper Kidul Semarang agar setelah lulus bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan membanggakan kedua orang tua. ”Anak-anak yang biasanya acuh, diharapkan bisa mematuhi orang tuanya. Tadinya motivasi akan diberikan di sekolahan, tapi saat ini sekolah ada penilaian akreditasi sehingga harus dipindah ke tempat lain,” tuturnya.

Pemberian motivasi dilakukan oleh Zen Fuadi, motivator asal Solo. Sebelumnya Zen melakukan games hingga anak-anak larut dalam kegembiraan. Setelah itu, diputar tentang film perjuangan orang tua untuk menghidupi anak-anakanya hingga hampir semua siswa menangis. Motivasi pun diberikan agar siswa percaya diri dan bisa mengerti perjuangan orang tua untuk keluarganya. ”Usia SD adalah usia yang tepat untuk memberikan motivasi,” ungkap Zen. (den/ida/ce1)