RAZIA BERSINAR: Aparat kepolisian dari Polsek Gayamsari melakukan razia tempat karaoke liar yang berada di TI atau Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu dini hari (10/4) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA BERSINAR: Aparat kepolisian dari Polsek Gayamsari melakukan razia tempat karaoke liar yang berada di TI atau Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu dini hari (10/4) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA BERSINAR: Aparat kepolisian dari Polsek Gayamsari melakukan razia tempat karaoke liar yang berada di TI atau Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu dini hari (10/4) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA BERSINAR: Aparat kepolisian dari Polsek Gayamsari melakukan razia tempat karaoke liar yang berada di TI atau Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu dini hari (10/4) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 16 tempat hiburan malam karaoke ilegal di kawasan bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) atau Tanggul Indah (TI) dirazia petugas kepolisian. Hasilnya, 8 perempuan pemandu karaoke (PK) yang tidak membawa identitas (KTP) diamankan, satu di antaranya masih di bawah umur. Tak hanya itu, beragam jenis minuman keras (miras) disita.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Minggu dini hari (10/4) kemarin, petugas merazia satu demi satu tempat karaoke liar yang berada di TI atau Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari. Selain mengamankan, para petugas juga mendapatkan barang bukti berupa puluhan miras jenis congyang yang masih berisi, termasuk penyitaan peralatan karaoke.

Kegiatan razia yang digelar tengah malam tersebut sempat membuat sejumlah pemandu karaoke kabur dari pintu belakang menuju ke area Sungai Banjir Kanal Timur. Para PK tersebut lari tunggal langgang saat melihat kedatangan petugas gabungan Polsek Gayamsari.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dedy Mulyadi mengatakan bahwa razia tersebut dilakukan sebagai antisipasi tindak kejahatan yang dipicu dari miras. Selain itu, razia tersebut merupakan giat pendukung dalam operasi berantas sindikat narkoba (Bersinar) yang diinstruksikan Presiden Jokowi. ”Kami melakukan razia menyusul banyaknya laporan aksi kejahatan yang terjadi di wilayah Kota Semarang,” katanya.

Dalam kegiatan razia tersebut, imbuhnya, pihaknya telah mengamankan puluhan miras dari 16 tempat karaoke liar. Termasuk para pekerja wanita malam yang tidak membawa identitas KTP diamankan, selanjutnya dikenakan tindak pidana ringan dan pembinaan. ”Ada 8 perempuan termasuk satu orang di bawah umur tidak membawa KTP. Alasannya, anak di bawah umur sedang menengok kakaknya, tapi tetap kami amankan. Dua kendaraan motor roda dua tanpa dilengkapi surat izin resmi kami amankan. Sedangkan pemilik karaoke liar itu kami beri sanksi tipiring,” tegasnya. (mha/ida/ce1)