CEK DOKUMEN: Petugas Satpol PP saat mengecek daging sapi yang dipasok dari luar Kota Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK DOKUMEN: Petugas Satpol PP saat mengecek daging sapi yang dipasok dari luar Kota Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK DOKUMEN: Petugas Satpol PP saat mengecek daging sapi yang dipasok dari luar Kota Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK DOKUMEN: Petugas Satpol PP saat mengecek daging sapi yang dipasok dari luar Kota Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

JOHAR- Para pemasok daging sapi dari luar Kota Semarang dinilai masih bandel. Mereka kerap tak mengantongi Surat Keterangan Hewan Daging (SKHD) dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kabupaten asal. Kemarin malam, dua pikap daging sapi milik pedagang diamankan lantaran tidak dilengkapi izin tersebut. Penyitaan dilakukan saat razia gabungan petugas Satpol PP Kota Semarang dan Dinas Pertanian Kota Semarang. Para pemasok memang membawa SKHD. Namun SKHD yang dibawa tak sesuai tanggal penyembelihan di RPH. Namun surat tersebut dipalsukan hanya dengan cara mengganti tanggalnya saja.

Razia dilakukan di kawasan Pasar Johar. Sebelumnya, razia digelar di rumah tempat pengecekan daging hewan di Gayamsari. Namun razia diketahui para pemasok daging, sehingga mereka memilih langsung ke Johar. Petugas pun merapat ke Johar.

“Dua pemasok ini dari Ampel, Boyolali, tidak punya surat resmi. Suratnya palsu, tanggalnya kedaluwarsa, dan diganti,” ungkap Kabid Transtibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, saat razia di lokasi Kranggan, Pasar Johar kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurutnya, pemberlakuan SKHD dari RPH setempat bagi para pemasok daging luar Kota Semarang sebenarnya sudah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Perda tersebut juga sudah disosialisasikan sejak satu bulan yang lalu.