Dewan Sayangkan Kenaikan Premi BPJS Kesehatan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG- DPRD Jateng menyayangkan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, pelayanan masih belum bagus dan masih ada saja keluhan terkait pelayanannya. Bahkan, BPJS Kesehatan yang dikelola seperti salah urus yang mengakibatkan masyarakat menjadi korban.

“Masyarakat masih banyak yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit terhadap peserta BPJS. BPJS dengan peserta mandiri yang semakin meningkat, serta kebijakan dari pemerintah yang mewajibkan para pegawai di lingkup pemerintah di semua tingkat untuk menjadi peserta BPJS, mestinya harus diiringi dengan pelayanan BPJS yang semakin baik,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Rusman

Rusman menyampaikan, saat ini masih sering ditemukan banyak kasus seperti Ruang Perawatan Kelas III Rumah Sakit Pemerintah belum bisa melayani jumlah penduduk miskin yang digambarkan dari kepesertaan BPJS dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Banyak masyarakat miskin masih harus naik kelas jika harus rawat inap di rumah sakit. Sering juga didapatkan kenyataan akan pelayanan yang lama terhadap peserta BPJS yang menggunakan rumah sakit swasta,” ujarnya.

Sebagai penyelenggara jaminan sosial, F-PKS berharap BPJS harus terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, apalagi jika mengingat sejarah berdirinya BPJS merupakan amanah dari rakyat dan amanah dari undang-undang yang memerintahkan jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan pelayananan yang lebih menyeluruh dan terpadu.

“Layanan dasar yang juga menjadi kebutuhan masyarakat adalah kesehatan, masyarakat tidak menuntut gratis, tapi mereka berharap mendapatkan layanan kesehatan yang baik dan murah. BPJS tidak menyelesaikan persoalan ini, karena BPJS lebih bersifat usaha asuransi dari pada layanan kesehatan, sehingga akibat salah urus BPJS seperti di atas, maka layanan BLUD Kesehatan (rumah sakit) mengalami masalah pula,” tambahnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Pengaspalan Jadi Sasaran Utama

SALATIGA - Pekerjaan fisik seperti pengaspalan jalan dan betonisasi menjadi sasaran utama dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran...

Kota Pekalongan Terima Pangripta Abipraya

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan kembali raih penghargaan Anugerah Pangripta Abipraya tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Penghargaan ini diberikan karena Pemkot Pekalongan dinilai...

RTH di Batang Dibuat Paten

BATANG - Bupati Batang Wihaji menegaskan akan menjaga dan mematenkan wilayah – wilayah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Kabupaten Batang. Disamping untuk menjaga...

Warga Desa Kluwih Keluhkan Kondisi Infrastruktur

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyuno bersama jajarannya menyelenggarakan Tarawih Ukhuwah atau Tarawih Keliling  (Tarling) putaran yang ke sembilan yang dilaksanakan...

More Articles Like This

- Advertisement -