Tersangka Korupsi Dana LPDB Diringkus

Kerugian Negara Sekitar Rp 2,5 M

691

UNGARAN-PetugasUnit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Semarang berhasil mengungkap kasus korupsi dana Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) dari Kementrian Koperasi dan UKM sebesar Rp 2,5 miliar. Polisi meringkus seorang tersangka Hartoyo, 40, warga Suruh, Kabupaten Semarang yang menjabat dalam Koperasi Serba Usaha (KSU) Arta Tunas Mulia. Sementara broker pencairan dana tersebut berinisial B yang sampai saat ini masih buron.

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian melalui Kanit Tipikor, Iptu M Sigit Hadi menyatakan bahwa modus korupsi yang dilakukan Hartoyo dengan cara memalsukan identitas pengurus dan anggota koperasi untuk proses pengajuan bantuan LPDP dari Kementrian Koperasi dan UKM senilai Rp 2,5 miliar. Dalam proses pengajuan tersebut tersangka dibantu salah seorang tersangka yang masih buron yakni B, warga Bogor.

“Modusnya tersangka memalsukan data nasabah, surat dari Dinas Koperasi UMKM dan Perindag. Selanjutnya setelah dana tersebut cair Rp 2,5 miliar, kemudian dibagi dengan B,” ujarnya, Jumat (8/4) kemarin.

Dalam pemeriksaan, tersangka Hartoyo mengaku uang itu dibagi dengan B dan diberikan pada nasabahnya. Selain itu, ada yang digunakan untuk membeli beberapa keperluan pribadinya seperti membeli mobil Toyota Rush dan sepeda motor.Berdasarkan hasil perhitungan BPKP perwakilan Jawa Tengah, negara dirugikan sebesar Rp 2,5 miliar. “Tersangka memanipulasi jumlah pinjaman. Misalnya pinjam Rp 500 ribu ditulis meminjam Rp 3 juta,” katanya.

Sigit menambahkan, tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa oleh penyidik. Pelimpahan tersangka dan barang bukti berupa berkas-berkas Koperasi Serba Usaha (KSU) Arta Tunas Mulia dilakukan setelah penyidik Kejari Ambarawa menyatakan sudah P21 atau lengkap. “Jaksa sudah menyatakan lengkap, sehingga tersangka dan barang bukti kami limpahkan ke Kejaksaan,” pungkasnya. (tyo/ida)