Sudah Tidak Ditilang, tapi Bikin Penuh Jalan

Suka Duka Anggota Komunitas Sahabat Difabel Miliki SIM D

570
MAHIR BERMOTOR: Anggota Komunitas Sahabat Difabel Semarang di sela mengikuti Karnaval Paskah, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAHIR BERMOTOR: Anggota Komunitas Sahabat Difabel Semarang di sela mengikuti Karnaval Paskah, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAHIR BERMOTOR: Anggota Komunitas Sahabat Difabel Semarang di sela mengikuti Karnaval Paskah, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAHIR BERMOTOR: Anggota Komunitas Sahabat Difabel Semarang di sela mengikuti Karnaval Paskah, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Selama ini kalangan difabel masih kesulitan mendapatkan hak dan fasilitas yang diinginkan. Salah satunya adalah memiliki lisensi mengendarai sepeda motor atau surat izin mengemudi (SIM) D. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

DI antara ribuan peserta Karnaval Paskah 2016 yang digelar di Kompleks Balai Kota Semarang, Jumat (8/4) kemarin, terlihat satu komunitas masyarakat yang unik dan beda dengan yang lain. Jika kebanyakan peserta mengikuti karnaval dengan berjalan kaki, komunitas tersebut justru menaiki sepeda motor.

Ya, mereka adalah Komunitas Sahabat Difabel Kota Semarang. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka tetap antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai. Bahkan di antaranya terlihat mengendarai motor yang dimodifikasi roda tiga dengan sangat lihainya. Usut punya usut, mereka ternyata telah memiliki SIM khusus difabel, yakni SIM D.