KENDAL—Batas umur tiap orang, hanya Tuhan yang menentukan. Sebagaimana yang dialami Verra Ellya, 35. Baru sepekan berangkat sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, warga Pegandon tersebut tewas. Berdasarkan keterangan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kendal, Verra meninggal lantaran terserang penyakit Demam Berdarah (DB).

Kabar meninggalnya korban diketahui Rabu (6/4) lalu, padahal korban baru saja berangkat pergi ke negeri jiran sebagai TKW pada 28 Maret lalu. “Kabar meninggalnya kami terima Kamis (7/4) kemarin,” ujar Kasi Penempatan Kerja Disnakertrans Kendal, Hamal Dwi Yugo Wibowo, Jumat (8/4) kemarin.

Begitu mendapatkan kabar, pihaknya sudah menyampaikan kepada Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan korban beserta pihak keluarganya. “Jadi korban baru 10 hari bekerja dan belum mendapatkan gaji, sudah terserang penyakit DB dan dilarikan ke rumah sakit disana. Tapi sudah tidak tertolong,” jelasnya.

Diketahui, Verra merupakan TKI yang diberangkatkan oleh PJTKI PT Tegar Sukses Abadi. Korban diketahui sakit dan dirawat Rumah Sakit Malaysia pada 2 April. “Meski baru sepuluh hari, korban maupun keluarga dan ahli warisnya tetap mendapatkan asuransi,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kendal, Supardi, bahwa jenazah korban saat ini sedang proses pengurusan untuk diberangkatkan ke Indonesia menuju Soekarno-Hatta, Jakarta.

“Rencananya Sabtu (hari ini, Red) jenazah sampai di Bandara Jakarta akan langsung diterbangkan ke Semarang. Kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Pegandon, RT 01/01, Kecamatan Pegandon,” paparnya.

Dikatakannya, segala fasilitas dan pemulangan jenazah Verra sepenuhnya akan diurus oleh PT Tegar Sukses Abadi. “Kami hanya membantu, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab PJTKI yang memberangkatkannya. Karena perusahaan itulah yang mengetahui asuransi korban,” tandasnya. (bud/ida)