TENGGELAM: Jenazah Dimas saat dinaikkan ambulans untuk dibawa ke RSUP dr Kariadi. (kanan) Korban selamat Teguh Aditia dan Yudha. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TENGGELAM: Jenazah Dimas saat dinaikkan ambulans untuk dibawa ke RSUP dr Kariadi. (kanan) Korban selamat Teguh Aditia dan Yudha. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TENGGELAM: Jenazah Dimas saat dinaikkan ambulans untuk dibawa ke RSUP dr Kariadi. (kanan) Korban selamat Teguh Aditia dan Yudha. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TENGGELAM: Jenazah Dimas saat dinaikkan ambulans untuk dibawa ke RSUP dr Kariadi. (kanan) Korban selamat Teguh Aditia dan Yudha. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BULUSTALAN – Sungai Banjir Kanal Barat kembali menelan korban jiwa. Kali ini, tiga siswa SMP tenggelam saat mandi di tengah sungai, tepatnya di lokasi Bendungan Pleret, Jumat (8/4) siang. Dua korban berhasil diselamatkan, sedangkan seorang ditemukan tewas. Ketiga korban tercatat sebagai siswa kelas VII SMP Trimulya Semarang.

Dua korban selamat, Teguh Aditia, 14, warga Jalan Dr Ismail, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, dan Yudha, 14, warga Srinindito II RT 6 RW 3, Ngemplak Simongan, Semarang Barat. Keduanya berhasil diselamatkan warga yang sedang mengail ikan di pinggir Bendungan Pleret. Sedangkan Dimas, 14, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

”Sekitar pukul 14.00 tadi (kemarin). Saya melihat bocah-bocah itu mandi di tengah sungai, mereka main prosotan. Kemungkinan pas prosotan itu, dia kebablasan hingga ke kubangan air yang dalam,” ungkap Rohidin, warga Bojongsalaman sambil menunjukkan lokasi sungai kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (8/4) kemarin.