SEMARANG – Persaingan memperebutkan kursi ketua DPD PAN Kota Semarang bakal berlangsung seru. Tercatat ada 10 kandidat yang mendaftar menjadi anggota formatur. Musda sendiri akan memilih empat formatur, salah satu di antaranya bakal menjadi Ketua DPD PAN Kota Semarang lima tahun mendatang.

Sejumlah nama yang mendaftar jadi calon anggota formatur antara lain Wachid Nurmiyanto, Yanuar Muncar, Sovan Haslin Pradana, Umi Surotudiniyah dan lain sebagainya. ”Calon anggota formatur ini sudah mendaftar ke panitia, nanti akan diverifikasi oleh tim dari DPW PAN Jateng,” ujar Syaikul Azhar, ketua tim verifikasi Musda IV PAN Kota Semarang.

Azhar menambahkan, musda yang akan dilaksanakan Minggu (10/4) ini akan diikuti oleh 215 peserta yang berasal dari unsur DPD, DPC dan ranting. ”Sedangkan tim peninjau ada 192 orang yang berasal dari DPW PAN Jateng, Ketua MPP DPC PAN se-Kota Semarang dan lain sebagainya.

Para pemilik suara yang berjumlah 215 ini berasal dari utusan DPW PAN Jawa Tengah, Ketua MPP DPD PAN Kota Semarang, Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPD PAN Kota Semarang, Ketua dan Sekretaris DPC PAN se-Kota Semarang, Ketua DPR PAN se-Kota Semarang dan Ketua Ortom PAN Kota Semarang. ”Para kandidat ini tentu akan berebut suara dari para peserta, namun kami optimis Musda IV kali ini akan berlangsung sukses dan lancar,” katanya.

Terkait kandidat formatur, Syaikul Azhar menambahkan mereka akan dipilih oleh para peserta dengan model suara terbanyak. Bahkan untuk menyukseskan proses pemilihan panitia sudah meminjam bilik suara ke KPU Kota Semarang. ”Tentu biar pelaksanaan Musda PAN Kota ini berlangsung secara demokratis,” tambah Subagyo, ketua panitia pelaksana.

Subagyo menambahkan Musda merupakan permusyawaratan tertinggi di tingkat kota/kabupaten yang bertugas untuk menjabarkan hasil kongres dan kebijakan DPP serta menetapkan program partai tingkat kota/kabupaten. ”Selain itu membahas dan menilai LPj DPD PAN, memilih dan menetapkan formatur, menetapkan Ketua MPP DPD,” katanya. Musda kali ini berbeda dengan musda-musda sebelumnya dikarenakan adanya perubahan peraturan tata cara Musda sesuai dengan Ketetapan Hasil Rakernas PAN Ke-1 No 2 Tahun 2015. (zal/ce1)