TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang menginstruksikan kepada seluruh pengusaha dan awak angkutan untuk menurunkan tarif angkutan rata-rata sebesar Rp 500/kilometer/penumpang dari tarif sebelumnya. Penurunan tarif tersebut telah disepakati dalam rapat Organda dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang, Kamis (7/4).

“Kami sudah sepakat untuk penurunan tarif sebesar Rp 500 dari sebelumnya. Setelah ada kesepakatan dalam rapat, kami langsung sosialisasikan dan harapan kami 3×24 jam sudah tersosialisasi dan awak angkutan segera menyesuaikan tarif baru tersebut,” ungkap Ketua Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa.

Hadi menambahkan penurunan tarif ini sudah menjadi kesepakatan bersama sehingga harus dilaksanakan. Dengan adanya penurunan tarif yang tidak terlalu banyak itu tidak memberatkan para pengusaha. “Jadi penurunan itu saya tidak ada masalah bagi pengusaha, saya rasa masyarakat juga tidak mempermasalahkannya,” imbuhnya.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto menyatakan, secara resmi surat edaran dari Kementerian Perhubungan perihal penurunan tarif angkutan umum sekitar 3 persen belum diterima. Kendati demikian pihaknya sudah melakukan rapat dengan organda untuk membahas penurunan tarif tersebut. “Kami belum mendapatkan surat secara resmi, tapi surat edaran ini sudah bisa kami download dari website Kemenhub,” kata dia.

Prayitno menegaskan pihaknya meminta seluruh angkutan umum di Kabupaten Semarang melaksanakan ketentuan yang telah disepakati bersama tentang tarif baru tersebut. Sebab jika tidak mematuhi akan ada sanksi tegas. “Jika tidak mematuhi akan kami beri surat peringatan, kalau nekat kita bisa cabut izin trayeknya. Jadi jika ada angkutan yang nekat seperti itu laporkan ke kami,” tandasnya. (tyo/ton)