Jatah Makan Dihentikan, Transmigran Jatuh Sakit

261
JATUH SAKIT: Salah satu transmigran asal Karanganyar, Albert Sutarto yang kini ditampung di Asrama Transito Tambak Aji, Semarang terkulai lemah lantaran kurang makan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JATUH SAKIT: Salah satu transmigran asal Karanganyar, Albert Sutarto yang kini ditampung di Asrama Transito Tambak Aji, Semarang terkulai lemah lantaran kurang makan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JATUH SAKIT: Salah satu transmigran asal Karanganyar, Albert Sutarto yang kini ditampung di Asrama Transito Tambak Aji, Semarang terkulai lemah lantaran kurang makan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JATUH SAKIT: Salah satu transmigran asal Karanganyar, Albert Sutarto yang kini ditampung di Asrama Transito Tambak Aji, Semarang terkulai lemah lantaran kurang makan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak enam kepala keluarga (KK) atau 18 jiwa dari berbagai daerah di Jateng, semakin tidak jelas nasibnya. Pasca keberangkatannya mengikuti program transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng ke lokasi transmigrasi di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Sopeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada awal Desember 2015 lalu.

Para transmigran ini memilih pulang ke Jawa, lantaran lahan yang diberikan pemerintah tidak bisa digunakan bercocok tanam lantaran berada di pegunungan tandus penuh batu kapur serta minim fasilitas. Selain itu, lahan yang ditempati warga diduga masih menjadi sengketa warga setempat.

Para transmigran sejak tiba di Semarang pada 20 Maret lalu, hingga kini belum ada perhatian dari dinas terkait. Bahkan, para transmigran yang kini tinggal di Asrama Transito Tambak Aji, Semarang sudah tidak diberi jatah makan sejak Selasa (5/4) lalu. Setelah tiga hari, kini banyak transmigran yang jatuh sakit. Bahkan ada satu transmigran yang sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.