SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta masyarakat yang selama ini menolak rencana relokasi pedagang Pasar Karangayu di lapangan RW I Kelurahan Karangayu, Semarang Barat, untuk bersikap legawa. Pasalnya, lapangan yang digunakan adalah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sendiri.

”Kami berharap masyarakat bisa memahami. Karena memang solusinya adalah relokasi di tempat itu. Hal ini untuk mempercepat proses pembangunan,” ujar pria yang akrab disapa Hendi itu kepada awak media, Kamis (7/4) kemarin.

Ia menilai, permintaan warga yang menginginkan para pedagang dipindah ke jalan tidak dapat dilaksanakan. Sebab, akan mengganggu lalu lintas dan mengakibatkan jalan di sekitar pasar menjadi macet. ”Lain cerita jika lapangan itu milik warga atau swasta, kami bisa mencari lahan lagi,” imbuhnya.

Ditambahkan dia, proses revitalisasi Pasar Karangayu dipastikan akan berlangsung dua tahun. Ia berjanji setelah proses revitalisasi selesai, para pedagang akan dikembalikan dan lapangan segera diperbaiki untuk dapat digunakan masyarakat lagi. ”Pemerintah terus berupaya yang terbaik bagi masyarakat,” ujar orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Hal tak jauh beda diungkapkan anggota Komisi B DRPD Kota Semarang Danur Rispriyanto. Ia menyatakan bahwa lokasi ideal untuk relokasi pedagang memang di Lapangan RW I Kelurahan Karangayu. Terkait adanya penolakan dari warga, ia meminta pemkot melakukan pendekatan yang baik dan memberi jaminan atas persoalan yang dikhawatirkan masyarakat. ”Termasuk soal kebersihan dan tentang fungsi lapangan itu sendiri nantinya,” ujarnya.

Politikus Partai Demkorat itu menambahkan, anggaran pembangunan Pasar Karangayu memang telah dianggarkan di APBD Murni 2016 sekitar Rp 30 miliar. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pasar Kota Semarang untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar. ”Hal ini untuk meminimalisasi persoalan,” sambungnya.