SEMARANG – Sebagai salah satu upaya memangkas angka kemsikinan dan pengangguran, Pemprov Jawa Tengah meminta setiap daerah menciptakan lapangan kerja. Bisa dari meningkatkan potensi daerah, baik dari sektor UMKM, pariwisata, hingga pertanian.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, angka kemiskinan di provinsi ini tergolong tinggi. Sampai saat ini, masih bertahan di angka 13,32 persen. Menurutnya, jika masing-masing daerah bisa membuka lapangan kerja, angka kemiskinan otomatis akan terpangkas.

Membuka lapangan kerja, tidak harus lewat investasi besar-besaran. Jika daerah yang punya kekayaan alam dan budaya lokal, bisa dikembangkan dan dikelola dengan baik. Setidaknya, bisa membuka usaha di dekat destinasi wisata yang sudah mapan.

Dikatakan Ganjar, Jawa Tengah punya Candi Borobudur yang telah mendunia, juga Ketep Pass dengan panorama alam memesona. ”Di sana, bisa buka bisnis kuliner. Di samping itu juga potensi sektor pertanian, yakni tembakau dan kopi arabika Temanggung yang telah terbukti mampu menyejahterakan masyarakat. Untuk penataaan tempat-tempat wisata yang bisa dieksplor, juga bisa minta anggaran ke pusat kalau perlu dikerjakan dengan pihak ketiga,” imbuhnya.

Untuk mendukung upaya membuka lapangan kerja, pemprov pun berusaha membenahi infrastruktur. Ganjar mengakui jika masalah infrastruktur akan menjadi program kerja ’keroyokan’ antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. ”Kami akan konsentrasi di infrastruktur jalan. Jalan kita keroyok bareng-bareng biar cepat selesai,” ujarnya.