Edy Noersasongko (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Edy Noersasongko (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Edy Noersasongko (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SELAIN kesibukannya menjadi Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Edy Noersasongko juga aktif di organisasi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) wilayah Jawa Tengah.

Hal itu dikarenakan keinginannya untuk memajukan PTS di Jateng agar memiliki kualitas pendidikan yang baik. Edy yang juga Wakil Ketua Aptisi Jateng memiliki harapan agar pemerintah memperhatikan pendidikan di luar pulau Jawa. ”Kalau PTS yang dinegerikan mbok ya yang luar Jawa saja, jangan Jawa terus,” katanya, Kamis (7/4). Dia beranggapan di Jawa saat ini sudah terlalu banyak universitas negeri dan PTS yang berkualitas.

Namun di balik pemikirannya yang kritis, pria yang lulus SMA pada 1974 ini ternyata juga memiliki segudang pengalaman unik sebelum dirinya sukses seperti sekarang ini. Anak kelima pensiunan PNS (Pegawai Negeri Sipil) dari enam bersaudara ini sebelumnya hanya bermodal kursus komputer yang dilakukannya di sebuah rumah kontrakannya.

”Dari modal sederhana itu, ternyata siswanya sangat ramai,” kata pria yang pernah mengenyam Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP) Curug Banten ini. Dari ketekunannya, usahanya dapat bermetamorfosis menjadi tempat pendidikan ilmu komputer di Jalan Veteran dan berkembang menjadi sebuah universitas besar. (ewb/ric/ce1)