Ubah Pasar Tradisional, Jadi Semi Modern

299

PEKALONGAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berencana menyulap pasar tradisional dengan pengelolaan yang semi modern yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengelolaan itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan pasar modern.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, Supriyono mengatakan bahwa upaya tersebut dilakukan lantaran menurunnya minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

“Minat masyarakat ke pasar tradisional sangat rendah. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu, seperti keberadaan pasar modern yang dianggap lebih aman, nyaman dan lengkap. Dengan alasan faktor itulah, akhirnya Pemkot Pekalongan menerapkan pola pasar modern ke pasar rakyat yang berstandar SNI,” ucapnya.

Supriyono menambahkan, untuk membentuk sebuah pasar ber-SNI tersebut, harus mencakup 44 variable. Di antaranya mengenai infrastruktur dan pengelolaan pasar agar lebih kompetitif dengan perkembangan perubahan yang ada. Seperti fasilitas fisik dan tambahan, berupa kenyamanan toilet, jalan, kebersihan pasar serta udara yang nyaman tidak lembab dan panas.

Di Kota Pekalongan sendiri, katanya, terdapat 11 pasar tradisional yang dikelola pemerintah. Namun tidak semua pasar akan langsung dibuat SNI. Meski begitu, Pasar Podosugih di Jalan Kurinci yang tidak terlalu besar dan letaknya di lokasi strategis, akan dijadikan pilot project. “Sementara itu, tidak semua pasar akan langsung distandarisasikan. Sebagai pilot project kami pilih Pasar Podosugih,” ucapnya.

Diakuinya, Pasar Podosugih selain letaknya di tengah kota, dekat dengan kompleks Pemkot Pekalongan, sejak awal memang sudah dibuat semi modern. “Dari segi fisik bangunan, sangat mendukung untuk dijadikan pasar semo modern dengan standar SNI. Selain itu, pedagangnya juga tidak banyak,” tandasnya.

Saat ini, imbuhnya, Pemkot Pekalongan sudah menyiapkan anggaran untuk mewujudkan pilot project tersebut. Untuk itu, dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan. “Untuk semua pasar di Pekalongan, kami targetkan akan selesai standarisasi selama pemerintahan Wali Kota Alf Arslan Djunaid-Wakil Wali Kota Saelany Machfud memimpin. Nanti saat akan berakhir, semoga semua pasar bisa ber-SNI,” tandasnya. (han/ida)