KIRAB: Para pemeran Wali Songo atau Sembilan Wali berfoto bersama civitas akademika UIN Walisongo sebelum dikirab kemarin. Acara tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Dies Natalis UIN Walisongo. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KIRAB: Para pemeran Wali Songo atau Sembilan Wali berfoto bersama civitas akademika UIN Walisongo sebelum dikirab kemarin. Acara tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Dies Natalis UIN Walisongo. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KIRAB: Para pemeran Wali Songo atau Sembilan Wali berfoto bersama civitas akademika UIN Walisongo sebelum dikirab kemarin. Acara tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Dies Natalis UIN Walisongo. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KIRAB: Para pemeran Wali Songo atau Sembilan Wali berfoto bersama civitas akademika UIN Walisongo sebelum dikirab kemarin. Acara tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Dies Natalis UIN Walisongo. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemandangan berbeda terlihat di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu (6/4). Beberapa orang terlihat menggunakan atribut khas Timur Tengah dan melakukan kirab dari gedung rektorat menuju aula rapat.

Beberapa orang lainnya juga terlihat menggunakan atribut pakaian adat Jawa. Mereka semua merupakan civitas akademika UIN Walisongo yang sengaja berdandan layaknya Sembilan Wali pembawa ajaran Islam di tanah Jawa.

Tidak hanya itu saja, semua pernak-pernik seperti jenggot palsu, rambut palsu juga ikut mereka kenakan. Hal tersebut dilakukan agar karakter Sembilan Wali yang dibawakan semakin kental. Rektor UIN Walisongo, Muhibbin mengatakan tokoh Walisongo tersebut sebagai simbol nama UIN Walisongo. ”Mereka (pemeran) adalah penerus perjuangan bangsa Indonesia dan umat Islam di Nusantara,” kata Muhibbin.