TUNGGU HUKUMAN: Barang bukti sabu 602 gram dan empat tersangka Ijrit, AR, NA, dan YAS diekspos di KPPBC TMP B Surakarta kemarin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
TUNGGU HUKUMAN: Barang bukti sabu 602 gram dan empat tersangka Ijrit, AR, NA, dan YAS diekspos di KPPBC TMP B Surakarta kemarin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
TUNGGU HUKUMAN: Barang bukti sabu 602 gram dan empat tersangka Ijrit, AR, NA, dan YAS diekspos di KPPBC TMP B Surakarta kemarin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
TUNGGU HUKUMAN: Barang bukti sabu 602 gram dan empat tersangka Ijrit, AR, NA, dan YAS diekspos di KPPBC TMP B Surakarta kemarin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Nekat, licik, dan berbahaya belum cukup menggambarkan polah bandar narkoba. Mereka punya seribu satu cara dan kian menggila dalam aksinya. Bayangkan saja, PT Pos Indonesia pun tak luput dijadikan media mengirimkan 602 gram sabu-sabu senilai Rp 1,2 miliar dari Nigeria dengan tujuan Kabupaten Karanganyar.

Pengiriman sabu-sabu yang kuat dugaan melibatkan jaringan internasional itu terbongkar setelah petugas Kantor Pos Besar Surakarta curiga dengan paket berisi lima buah manekin dari Nigeria.

Ketika diperiksa lebih detail, di dalam manekin diketahui terdapat senyawa organik jenis Menthamphetamin HCL atau sabu-sabu. Petugas Kantor Pos Besar kemudian menghubungi polisi dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Surakarta.

“Berat sabu-sabu mencapai 602 gram,” ujar Kepala KPPBC TMP B Surakarta Yosef Hendriansyah pada jumpa pers dikantornya, Rabu (6/4).