Pedagang Rejomulyo Menolak Pindah

219
DIKELUHKAN: Atap plafon Pasar Rejomulyo yang jebol, serta lantai pasar yang digenangi air hujan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKELUHKAN: Atap plafon Pasar Rejomulyo yang jebol, serta lantai pasar yang digenangi air hujan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PPIBP) Pasar Rejomulyo menolak pindah ke pasar baru yang telah disediakan Pemkot Semarang. Meski saat ini bangunan telah jadi, namun belum juga ditempati lantaran belum ada titik temu antara pedagang dan Dinas Pasar.

”Kami tidak mau pindah sebelum tuntutan kami dipenuhi 100 persen oleh Dinas Pasar,” ujar salah satu pengurus PPIBP Pasar Rejomulyo, Mujiburrohman saat melakukan audiensi di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (6/4).

Ia membeberkan, beberapa hal yang menjadi keberatan pedagang adalah masih adanya surat penerbitan izin dasaran yang tidak sesuai peruntukan. Misalnya, pedagang yang terdaftar sebagai penjual kelontong ternyata menjadi penjual ikan. ”Bukannya menindak, tapi Dinas Pasar malah membiarkan. Sehingga timbul kecemburuan,” katanya.

Kekecewaan lain, lanjut dia, beberapa infrastruktur dinilai tidak layak. Antara lain, digunakannya lantai licin, sehingga dikhawatirkan membahayakan pedagang. Selain itu, saluran air juga ditengarai mudah mampet di samping luas dasaran yang diberikan ternyata lebih kecil. ”Jangan sampai nunggu kecelakaan baru dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Mujib menambahkan, yang tidak kalah penting adalah tidak adanya lahan parkir yang memadai. Padahal, jumlah pembeli di pasar tersebut mencapai 200 mobil per malam. Sebagian pengunjung juga berasal dari luar daerah hingga luar provinsi seperti Cilacap, Bandung, hingga Jawa Timur. ”Kami tidak ingin mereka kecewa kembali lantaran tidak ada tempat parkir,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengklaim pembuatan Pasar Rejomulyo telah sesuai dengan perencanaan yang matang. Menurutnya, bangunan pasar juga telah sesuai dengan peruntukannya. ”Untuk saluran menurut saya tidak masalah. Kita juga sudah siapkan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya,” klaimnya.