BIKIN JALAN RUSAK: Truk nekat melintasi jalan lintas desa kemarin. (BOY ROHMANTO/RADAR SOLO)
BIKIN JALAN RUSAK: Truk nekat melintasi jalan lintas desa kemarin. (BOY ROHMANTO/RADAR SOLO)
BIKIN JALAN RUSAK: Truk nekat melintasi jalan lintas desa kemarin. (BOY ROHMANTO/RADAR SOLO)
BIKIN JALAN RUSAK: Truk nekat melintasi jalan lintas desa kemarin. (BOY ROHMANTO/RADAR SOLO)

BOYOLALI–Banyak cara dilakukan sopir truk pasir untuk menghindari razia yang dilakukan petugas. Selain berhenti di pinggir jalan saat razia berlangsung, sopir truk juga memilih waktu malam hari untuk mengangkut truk pasir.

Sumarno, 45, sudah 20 tahun menjadi sopir truk pengangkut pasir. Sudah tidak terhitung berapa kali dia dihentikan petugas saat ada penertiban muatan truk. Saat ini kemajuan teknologi komunikasi memudahkannya untuk komunikasi dengan sopir truk lain. ā€¯Misalnya ketika sedang razia ada teman yang kirim pesan singkat. Kemudian saya mengirim ke teman-teman lain yang ada di belakang saya,” ujar sopir asal Sragen ini kemarin.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sesama sopir. Sehingga sudah menjadi pemandangan umum, ketika sedang berlangsung razia terdapat deretan truk pasir yang parkir di pinggir Jalan Raya Solo -Jogja.