TINJAU PONPES : Menpora, Imam Nahrawi bersama Ketua Umum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA dan Wakib Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat meninjau Pondok Pesantren Al Ittihad Desa Popongan Bringin, Rabu siang (6/4) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU PONPES : Menpora, Imam Nahrawi bersama Ketua Umum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA dan Wakib Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat meninjau Pondok Pesantren Al Ittihad Desa Popongan Bringin, Rabu siang (6/4) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU PONPES : Menpora, Imam Nahrawi bersama Ketua Umum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA dan Wakib Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat meninjau Pondok Pesantren Al Ittihad Desa Popongan Bringin, Rabu siang (6/4) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU PONPES : Menpora, Imam Nahrawi bersama Ketua Umum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA dan Wakib Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat meninjau Pondok Pesantren Al Ittihad Desa Popongan Bringin, Rabu siang (6/4) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BRINGIN-Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggerojok anggaran Rp 10 miliar untuk kegiatan Liga Sepakbola Santri tahun 2016. Kegiatan tersebut diharapkan dapat diikuti kesebelasan dari sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di seluruh Indonesia, sehingga prestasi olahraga para santri meningkat.

“Tahun 2016 ini, Kemenpora akan menggelar Liga Santri lagi dengan dana Rp 10 miliar. Diharapkan, seluruh ponpes dapat ikut liga ini,” kata Mentri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi di sela-sela mengikuti kunjungan Ketua Umum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA di Ponpes Al Ittihad Desa Popongan Bringin, Kabupaten Semarang, Rabu siang (6/4) kemarin.

Liga Santri 16 April mendatang akan diawasi secara ketat oleh Kemenpora. Harapannya, dapat menyaring para pemain sepakbola yang berkualitas. Pihaknya tidak ingin sepakbola nasional menjadi carut marut, karena kepentingan pihak tertentu.