Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengatakan, para pelaku tercatat telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di 9 tempat kejadian perkara (TKP) dalam kurun waktu 2 minggu. Di antaranya, mencuri mesin traktor di sawah yang ada di wilayah Desa Pidodo dan di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Di desa tersebut, pelaku mencuri 1 mesin traktor merek Jiang Dong senilai Rp 3 juta.

Mesin Kubota dan Jiang Dong diketahui dijual ke seorang pedagang H Usaman, warga Desa Gedangalas, Kecamaran Gajah, Kabupaten Demak. Masing-masing dengan harga Rp 3,5 juta dan Rp 700 ribu. Adapun, korban pencurian adalah Suwarno, warga Desa Pidodo, Kecamatan Karangtengah dan Saekul Hadi, warga Desa Turitempel, Kecamatan Guntur.

“Para pelaku sebelumnya telah melakukan survei lapangan terlebih dulu. Sedangkan, aksi pencurian dijalankan pada malam hari antara pukul 23.00 hingga pukul 01.00 dinihari,” kata Kapolres AKBP Heru Sutopo didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni saat gelar perkara di Mapolres Demak, kemarin.

Menurutnya, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Dalam penyidikan terungkap, Rasmidi berperan sebagai sopir mobil Avanza warna silver bergantian dengan Nasir. Sedangkan, tersangka Sudarmono dan Sutikno berperan mengeksekusi mesin traktor. Mesin traktor yang telah diambil, lalu dinaikkan ke mobil kemudian dibawa ke kos-kosan mereka di daerah Genuk, Kota Semarang. Setelah itu, mesin dijual ke penadah.