200 Penerbit Sediakan Puluhan Ribu Buku Murah

543
TINGKATKAN DAYA BACA: Pengunjung sedang memilih buku dalam festival buku murah Semarang 2016 yang digelar di Gedung Wanita Kota Semarang mulai 6-12 April 2016. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN DAYA BACA: Pengunjung sedang memilih buku dalam festival buku murah Semarang 2016 yang digelar di Gedung Wanita Kota Semarang mulai 6-12 April 2016. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN DAYA BACA: Pengunjung sedang memilih buku dalam festival buku murah Semarang 2016 yang digelar di Gedung Wanita Kota Semarang mulai 6-12 April 2016. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN DAYA BACA: Pengunjung sedang memilih buku dalam festival buku murah Semarang 2016 yang digelar di Gedung Wanita Kota Semarang mulai 6-12 April 2016. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sekitar 200 penerbit dari berbagai daerah mengikuti Pameran Buku Murah 2016 yang berlangsung pada Rabu (6/4) sampai Selasa (12/4) pekan depan. Dengan pameran buku murah yang menawarkan diskon harga hingga 87 persen itu diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

Pada pameran kali ini selain menjual buku-buku pelajaran, pameran juga menyediakan buku sosial politik, novel, buku keterampilan, komik dan berbagai jenis buku lainnya yang tidak ditemui di toko-toko buku yang ada di Kota Semarang.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang, Bambang Kunhantiyo mengatakan jika festival buku murah selalu diadakan rutin di Kota Semarang pada bulan April dan November dengan tujuan membangun dan meningkatkan minat baca masyarakat Kota Semarang. ”Kita ingin meningkatkan minat baca masyarakat dengan memberikan diskon sehingga mendapatkan harga yang murah,” katanya saat ditemui usai pembukaan pameran buku, kemarin.

Selain itu lanjut Bambang, kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Kota Semarang pun cukup tinggi. Dalam sehari tercatat ada sekitar 300-500 pengunjung yang datang. ”Minat masyarakat untuk membaca kian tinggi, yang datang ke perpustakaan kami pun cukup banyak,” ungkapnya.

Dalam festival ini, penyelenggara juga menyiapkan change book atau penukaran buku bagi siswa sekolah. Contohnya adalah anak-anak kelas I, yang naik ke kelas II bisa menukarkan buku yang dimiliki dengan mata pelajaran yang diajarkan di kelas II. ”Ada juga tempat penukaran buku lama dengan buku lain, penukaran kami lakukan jika persediaan masih ada,” jelasnya.

Terpisah Hilda Chasani, seorang Mahasiswa Undip Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengaku antusias dengan adanya pameran buku yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang ini. Apalagi ia kini sedang menyusun skripsi sehingga membutuhkan banyak referensi buku tentang ilmu komunikasi. ”Sengaja ke sini karena nyari referensi buku, rencananya buat nyusun skripsi. Harganya lumayan murah daripada beli di toko,” tambahnya. (den/zal/ce1)