TAMAN EDUKASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi sang istri Krisseptiana berdialog dengan seorang anak tentang tertib di ruangan sarana edukatif di Taman Lalu Lintas Mangkang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMAN EDUKASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi sang istri Krisseptiana berdialog dengan seorang anak tentang tertib di ruangan sarana edukatif di Taman Lalu Lintas Mangkang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMAN EDUKASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  didampingi sang istri Krisseptiana berdialog dengan seorang anak tentang  tertib  di ruangan sarana edukatif di  Taman Lalu Lintas Mangkang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMAN EDUKASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi sang istri Krisseptiana berdialog dengan seorang anak tentang tertib di ruangan sarana edukatif di Taman Lalu Lintas Mangkang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akhirnya memiliki taman yang representatif tidak hanya untuk bermain bagi anak-anak, akan tetapi juga menjadi tempat edukasi tentang aturan lalu lintas bagi masyarakat. Taman tersebut dibangun menggunakan dana APBD 2015 senilai Rp 2,3 miliar.

”Dalam lima tahun mendatang, kita akan terus menambah public space. Tujuannya menjadi tempat berkumpulnya masyarakat sekaligus menjadi bagian konservasi,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi usai me-launching Taman Lalu Lintas di sebelah Kawasan Taman Margasatwa Mangkang Semarang, Selasa (5/4).

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi- menjelaskan, Taman Lalu Lintas sangat bagus untuk mendidik anak-anak sebelum terjun langsung di jalan raya. Pasalnya, selain dilengkapi fasilitas simulasi jalan raya lengkap dengan mobil listrik serta rambu-rambunya, juga disediakan film edukasi dan tempat teater. ”Dengan tarif hanya Rp 1.000, anak-anak bisa datang ke sini setiap hari,” katanya.