Perwakilan Transmigran Sopeng Lapor Gubernur

177
DIMINTA PERGI: Enam KK transmigran saat di Asrama Transito, Tambakaji, Semarang.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIMINTA PERGI: Enam KK transmigran saat di Asrama Transito, Tambakaji, Semarang.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIMINTA PERGI: Enam KK transmigran saat di Asrama Transito, Tambakaji, Semarang.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIMINTA PERGI: Enam KK transmigran saat di Asrama Transito, Tambakaji, Semarang.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Empat kepala keluarga (KK) perwakilan transmigran dari total 6 KK yang terkatung-katung di Asrama Transito Tambakaji, Selasa (5/4) kemarin, datang ke Kantor Gubernur Jateng untuk mengadu dan meminta keadilan. Para transmigran ini tidak terima lantaran Kepala Disnakertransduk Wika Bintang menganggap jika ke-6 KK tersebut termakan provokator dan dituding tidak mau menggarap lahan yang diberikan di lokasi transmigrasi Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Sopeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Perwakilan transmigran ini juga meminta kepedulian Gubernur Ganjar Pranowo, apalagi jatah makan mereka di asrama sudah tidak lagi diberikan. Sayangnya, niat mereka tidak dapat tercapai, lantaran orang nomor wahid di Jateng itu sedang tidak berada di tempat.

”Rencananya kami tadi (kemarin) mau melapor ke Pak Ganjar. Tapi kenyataan pahit yang kami terima. Kebetulan Pak Ganjar tidak ada, kami hanya ditemui stafnya bernama Bu Siti,” kata Albert Sutarto, transmigran asal Karanganyar.